AddToAny


Baca ini dulu ya, baru nanti diikuti saja sungai mengalir entah kemana..hehe
KOMPAS.com — Belum punya pasangan? Tak perlu pusing. Menjalani hidup lajang banyak keuntungannya, yang mungkin tak terpikir oleh Anda.

Bebas bertemu teman
Kalau banyak dari teman Anda yang mengeluh lantaran jarang bertemu sejak Anda mempunyai kekasih, kayaknya ada yang salah dengan hubungan Anda dan si dia. Teman, apalagi sahabat, adalah orang terdekat yang setiap saat membantu. Bila Anda tak punya pacar alias lajang, Anda bebas bertemu dengan teman-teman dekat Anda.

Mudah menjalin hubungan baru
Banyak lajang yang merasa sedih dan putus asa, belum mendapatkan pasangan sampai saat ini. Ladies, jadi lajang bukan berarti Anda sendirian atau kesepian. Anda punya banyak waktu untuk bertemu dengan orang baru dan menjalin pertemanan dengan siapa pun tanpa dicemburui siapa pun.

Memikirkan diri sendiri
Ngaku deh, yang sudah punya pasangan, kepala Anda tentu terbagi untuk memikirkan kepentingan si dia dan diri sendiri. Bahkan, sering kali Anda terpaksa mengorbankan waktu pribadi untuk dia. Bandingkan menjadi lajang, Anda punya banyak waktu untuk memikirkan diri sendiri.

Menjadi lebih sehat
Kalau punya pasangan suka begadang, paling tidak Anda mesti menemani si dia jalan, minimal menerima teleponnya selarut apa pun. Hal itu tidak akan terjadi kalau Anda lajang, bisa tidur lebih awal. Imbasnya, Anda lebih sehat.

Jauh dari stres
Ada seorang teman yang selalu curhat soal kebiasaan buruk pasangannya dan sikap keluarganya yang belum bisa menerima dirinya sepenuhnya. Akibatnya, konsentrasi si wanita terganggu dan mudah stres. Bila Anda lajang, hal itu tidak terjadi. Dengan catatan, Anda menerima dan enjoy dengan status lajang Anda, kalau tidak, tetap saja Anda stres, ya kan?

Jauh dari sakit hati
Berapa banyak lelaki bisa setia? Hmm, seperti menemukan jarum di tumpukan jerami. Itu risiko yang harus Anda tanggung kalau punya pasangan. Sebaliknya, saat Anda melajang, pertarungan terberat yang perlu dihadapi adalah kesendirian, dan bisa ditanggulangi jika Anda punya banyak teman.



Jadi lajang itu murah
Tak perlu menyiapkan dana untuk dua orang kalau Anda pergi ke mana-mana. Memang, kalau pacaran, ada pasangan yang membayari makanan. Tetapi, berapa banyak, sih? Kadang, Anda pun harus membayar diri sendiri juga, atau kalau pasangannya matre, Anda yang kena. Jadi lajang, lebih murah, karena harus bayar untuk satu orang saja.


Banyak waktu untuk keluarga
Biasanya kalau punya pasangan, waktu Anda lebih banyak dihabiskan bersama si dia. Keluarga sering dijadikan urutan kesekian. Nah, kalau lajang, Anda punya banyak waktu untuk keluarga.

Leluasa mewujudkan rencana sendiri
Seorang teman mendapat beasiswa ke luar negeri. Tetapi, karena mau menikah, pendapat calon suaminya mesti ia dengarkan sehubungan dengan rencananya. Sialnya, calon suaminya tak mau ditinggal setelah menikah. Maka bimbanglah ia, memilih meneruskan kuliah atau menuruti permintaan calon suaminya. Kalau Anda jadi lajang, Anda bebas mewujudkan rencana dan impian Anda.

Bisa berkencan dengan siapa saja
Dengan status lajang, Anda bisa berkencan dengan siapa saja. Mau menonton dengan si A, makan malam dengan si B, jalan-jalan bersama si C, tak ada yang melarang. Sambil, tentu saja, kalau masih berniat dapat pasangan, leluasa memilih mana yang pas jadi pendamping Anda.

Fokus pada karier
Mau bekerja akhir pekan atau lembur, atau ditugaskan ke mana saja, demi meningkatkan karier, Anda tak perlu minta izin, kecuali kepada orangtua. Tanpa pasangan, Anda bisa memutuskan sendiri langkah terbaik untuk meniti karier.

Bebas melakukan kesenangan dan hobi
Bayangkan bila hobi Anda travelling, sedangkan pasangan Anda tidak suka. Atau hobi Anda shopping, sedangkan si dia gemar menabung. Banyak pula perempuan yang suka hang out, sedangkan pasangannya sukanya berdiam diri di rumah. Bila Anda lajang, Anda bebas melakukan hobi Anda.

Bebas berpakaian ala Anda
Banyak pasangan suka mengatur, bahkan mengatur penampilan Anda. Syukur-syukur kalau pilihannya cocok dengan Anda. Kalau tidak, Anda tidak menjadi diri sendiri. Tetapi, saat Anda melajang, bebas mengenakan busana apa pun yang Anda sukai. Asal pede, tak ada yang berani mengkritik atau berusaha mengubah Anda.

Tak ada wajib lapor
Berapa kali Anda harus menelepon si dia mengatakan Anda ada di mana, sedang apa, dan apa yang akan Anda lakukan? Itu konsekuensi menjadi pasangan seseorang. Tetapi, kalau Anda melajang, Anda bebas melakukan apa yang Anda suka. Yang perlu Anda lakukan adalah bertanggung jawab pada diri sendiri.

So, jangan menganggap kehidupan melajang itu merana.

(Majalah Chic/Erika Paula)



Editor: Nadia Felicia


Sumber: http://female.kompas.com/read/xml/20...i.Sendirian-12

Lalu, ini jawaban saya atas hal – hal di atas …sstt.. *curcol*

Bebas bertemu teman
Ya, saya Uno.an seharian di kampus pun tidak ada yang perlu dirisaukan, bonceng kolega kerja juga ayuk : )

Mudah menjalin hubungan baru
hmm…seharusnya demikian, ada sih, tapi nanti dulu, sepertinya 7 bulan dengan 2 mantan dalam 1 gedung cukup membuat saya aware dengan apa yang seharusnya saya tatap ke depan, lebih hati – hati dan tidak sembrono. TOPENG

Memikirkan diri sendiri
Ya, saya sedang tidak mikir seseorang, mengejakan apapun terasa santai dan tidak ada yang kepikiran.
Menjadi lebih sehat
Ia dong, sekarang saya bisa beli SUSU .hehehe

Jauh dari stres
hehe, tidak perlu mikir mood orang, cukup mikir mood sendiri

Jauh dari sakit hati
kan jauh dari api : )

Jadi lajang itu murah
hm..7 ribu sehari, pol..padahal biasanya bisa 70 ribu sehari.hehehehehehe

Banyak waktu untuk keluarga
Ia, di rumah bisa macem2, di kantor juga.loooss ..totally free

Leluasa mewujudkan rencana sendiri
Ia dong, ndak perlu banyak pertimbangan dengan orang sekarang : )

Bisa berkencan dengan siapa saja
wu wu wu…ia tentuunyaah…jomblo wati banyak kok.

Fokus pada karier
ia dong…karier juga menguntungkan..lebih banyak untungnya malah, lebih prospektif.
Bebas melakukan kesenangan dan hobi
hahay.. ESPORACO saya bikin 7 gol, padahal pas pacaran bikin 1 gol saja sulitnya minta ampun T.T

Bebas berpakaian ala Anda
saya suka batik tik tik…

Tak ada wajib lapor
“sampe kampus yang”
“sampe rumah yang”
“sampe muntah yang”
-.-a

Ya, tapi ocehan itu semua terjadi jika anda memeng benar-benar merasa kecewa dengan hubungan anda dengan yang terakhir tidak seharmonis bayangan anda, tidak secerah yang anda harapkan dan tidak semanis dan selembut permen yupi.

Coba kalo anda mendapatkan pasangan yang sangat mengerti anda, pasti endingnya anda menyesali pacaran anda yang terhenti di tengah jalan,
“semuanya sudah ada yang ngatur”
Itu kata ustad.Mahir Haqiqi (Ustad nomor 1 se-FBS unesa)
Jadi, buat apa risau kawan, tersenyumlah kepada dunia : )
Banyak berkarya..
Saya juga ndak apatis kok, kalo ada yang cocok dan pengertian, saya akan lari lagi untuk mengejarnya. Aw aw aw



*110% curhat*
#RAN - Sepeda

author
Gostaff
Penikmat kopi arabica yang suka rak buku dan seisinya