Anak Kami Bianca Wijaya




عن أبي الدرداء قال: قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم: إنكم تُدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء آبائكم فأحسنوا أسماءكم
Dari Abu Darda’, ia berkata : Rasulullah saw. bersabda “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian” (HR. Abu Dawud, Ad-Darimi dan Baihaqi)

Alhamdulillah sebulan lalu (14 April 2016) telah lahir anak pertama kami, seorang putri cantik yang Allah amanahkan kepada kami. Kami meberinya nama Bianca Wijaya. 

Bianca berasal dari bahasa Italia yang berarti Putih, Bersih. Harapannya agar kelak jadi anak shalihah, bersih baik jasmani dan rohaninya. 

Wijaya 🏻, sebagaimana kata kedua dari nama ayah, dalam bahasa Indonesia dan Jawa, berarti Kemenangan dan Unggul. Kami harapkan putri kami akan menjadi anak yang unggul, baik dan sukses dunia akhirat.

Silahkan memanggil anak kami dengan panggilan pendek /Anca/ dan panggilan panjang /Bianka/

Jadi anak yang baik ya nduk, bikin kami bangga 

Bye 2015 yang Keren!

Hari pertama 2016 buru - buru saya awali dengan membuka laptop, open blooger.com dan nulis ini, harus buru- buru! momennya hampir lewat. Ya! Recap 2015 yang keren, indah dan historic.

Ya!
2014 saya karyawan swasta, masuk 2015 saya jadi PNS.
2014 saya lajang, masuk 2015 saya beristri, bahkan calon ayah!
2014 saya di Jawa Timur, masuk 2015 saya masuk Jabodetabek
2014 saya numpang Pakde, masuk 2015 saya ngekos, lalu punya rumah sendiri

So, Alhamdulillah for this amazing year, dan patut saya note beberapa moment ini

Januari
13 Januari, saya telpon calon mertua saya dulu begitu nama saya ada di salah satu peserta CPNS yang terpilih masuk LIPI di tahun Seleksi CPNS 2014. Saya sudah melamar Fina sejak 2014, dan kami merencanakan pernikahan Mei 2015. Kami berencana hidup di Surabaya dan sekitarnya, Allah menggeser saya 900km ke barat menjadi Jakarta dan sekitarnya.

Februari
9 Februari, dengan bismillah saya masuk kerja, dari kos yang saya sendiri sama sekali tidak repot memilih dan mencari (thanks mas Okky sudah dibantu). Oh ya, Mas Okky ini saya pertama bertemu kelas 2 SMP, dia ketua OSIS SMKN 1 Trenggalek, saya SMP N 1 Trenggalek, masuk organisasi yang sama, jaman itu kami beri nama FKPPT (Forum Kreatifitas Pemuda dan Pelajar Trenggalek). Mas Okky membantu saya mulai dari verifikasi hingga kerja, bahkan sekarang satu kos dengan saya di Setiabudi. Udah lebih dari sodara!

Maret
Maret adalah bulan dimana saya berkesempatan bertemu dengan anak CPNS se-LIPI untuk pertama kalinya, it's fun!. Bagi anak administrasi seperti saya, mungkin masih sedikit "normal". Tapi bagi anak peneliti, wow, naik bis ke puncak ada bukit yang ditambang kapurnya sudah heboh perlu mendalamin mineral apa saja di dalamnya, asal dari jaman apa batunya, bla..bla.. bla..

April
19 April 2015, mas Yoga meninggal dunia! Salah satu abang saya, teman main dari kecil, saat saya nulis ini, Sate aqiqah anaknya masih ada di dapur Ibu saya. Mas Yoga meninggalkan 1 orang putri, yang saat dia meninggal masih berusia 3 bulan janinnya.

Ayesha! Saat kamu bisa baca tulisan ini kelak, saat itulah kamu harus berjanji kepada kita semua, bahwa kamu akan jadi anak yang kuat! ayahmu adalah orang yang sangat baik, kuat dan pantang menyerah. Ayahmu tidak perlu uang ibunya untuk kuliah, bahkan dia bisa biayai kuliah adeknya dan bantu keperluan nenekmu.

Ayesha! Saat ayahmu kecil, dia leader kami kalau main, dia atur alur permainannya, dia yang masang gawangnya, dia yang setting sirkuitnya (sampai om Ovan hilang gigi depannya jatuh dari sepeda). Saat SMA, ayahmu berkreasi di karnaval setiap tahun, Lampion-lampion ayahmu kerjakan sampai malam! Saat kuliah, ayahmu adalah komandan pesilat SH se-Unesa, ayahmu membuat kaos dan menjualnya sendiri, pagi ngajar SD, siang - sore kerja di kolam renang Graha Family, malamnya nyablon! Ayesha harus kreatif dan kerja keras seperti ayahnya.

Ayesha! ayahmu sangat tahu diri, santun dan punya visi. Ayahmu selalu menyenangkan orang di sekelilingnya, sesuatu yang harus Ayesha lanjutkan. Semangat ya nduk! we all love you! you're dad love you as well!


Mei
Ok, lanjut, hidup memang ada sedih ada suka bukan?
Mei adalah hari kami berdua.
Kami married.
baca tulisan soal pernikahan saya di sini : http://www.gustaf.web.id/2015/07/alhamdulillah-kami-menikah.html
Blog pernikahan kami di sini : http://gustafinna.blogspot.com/
Kami honeymoon di Jakarta saat semua orang honeymoon meninggalkan Jakarta. Ya, kami berusaha menyambut kota ini dengan yang manis-manis. *ups

Juni
Juni adalah Ramadhan pertama di Jakarta. Seru bareng anak kos, sahur di warung tepi menghadap tembok, buka puasa di Masjid Sunda Kepala, mungkin belum tentu terulang lagi karena masuk 2016 saya sudah tidak ngekos lagi.

Juli
Mudik pertama kali dengan istri, naik motor 7 jam Gresik - Trenggalek PP. Alhamdulillah, sangat menyenangkan, see
Agustus
Bulan ini bulan sibuk, dimulai dengan acara pelatihan karya tulis di Tasikmalaya, dilanjut final kompetisi ilmiah LIPI. Alhamdulillah semua senang dan keren! Sebagai even tahunan besar pertama yang saya ikut terlibat di dalamnya, saya terkejut melihat Lembaga se-scientific LIPI, bisa memiliki sebuah acara yang pop-science! rasanya saya seperti kembali jadi OSIS lagi, tapi kali ini dibayar!

September
Bulan beli rumah! finally I have a home, dengan istri saya ambil rumah di Pondok Rajeg, Cibinong, Kab Bogor. Mohon doanya semoga rumah ini menjadi rumah yang barokah buat kami, sejuk dan membawa rejeki yang melimpah, dijauhkan dari godaan, penyakit dan bahaya. Amin

Oktober
Oktober adalah bulan Kongres, acara besar berikutnya yang saya terlibat di dalamnya, yang menarik dari acara ini adalah disatukannya banyak sekali orang - orang pintar di Indonesia. Dosen dan peneliti paling canggih dari Sabang sampai Merauke ada! Pemikiran - pemikirannya sungguh luar biasa, semoga tidak masuk angin

November
November bulan Prajabatan, saya 17 hari masuk Pusdik Zeni, digundul, diharuskan ikut materi dari subuh sampai penghujung isya, masih harus kembali ke kantor bikin "skripsi" bernama aktualisasi. (dan harus rela sampai 2 bulan tidak bertemu istri) tapi perjuangannya berbuah manis. kami lulus sangat memuaskan dan tidak mengecewakan atasan + keluarga lah. Trims buat Mbak Rena, Mas Iqbal dan Mba Arum buat kekompakannya.

Desember
Akhir tahun ini saya berulang tahun yang ke 25. cek isinya di sini : http://www.gustaf.web.id/2015/12/usia-25.html saat libur Natal, saya dan 2 jagoan nulis dari Trenggalek, teman SMA saya juga, berinisiatif membuat sebuah web tentang pariwisata Trenggalek, hitung - hitung obat kangen kampung dan wujud pengabdian kami untuk kota kelahiran kami tercinta, saat ini masih on progress, we will let you know once it done guys! you can write there too!

Selamat datang 2016.
Apa yang kami jalankan kami pasrahkan kepada Allah,
Apa yang kami terima kami yakikin yang terbaik dari Allah,
amin



Usia 25




4 Desember 2015 umur saya menjadi 25 tahun
Genap 7 bulan menikah
Genap 10 bulan berada di LIPI, Jakarta
Genap 6 tahun berada di luar Trenggalek.

Banyak pihak menganggap 25 sebagai quater-life crisis. Ya, usia yang rentan stres kanan dan kiri.
Beberapa hal yang perlu saya ingat kembali, saya catat untuk bahan renungan bersama

1. Get your couple by now 
Terima kasih tak terhingga terus saya haturkan kepada Allah SWT. Satu keputusan yang saya ambil di usia ini adalah menikah. Banyak hal yang berubah setelah orang menikah, rejeki nambah, beban nambah. Dinamika yang belum setahun saya rasakan luar biasa, menyenangkan dan mengharukan jadi satu, tapi itu lah hidup. Bagi yang belum nikah, segera tentukan langkah kawan, don't be to late to plan your future.

2. Gagallah sedini mungkin, sesegera mungkin (Dahlan Iskan) 
Mungkin quote yang sama tidak harus melulu dalam pembahasan dunia pengusaha, ya, saya belum jadi pengusaha saat ini, belum.  Keputusan anda sesaat setelah lulus kuliah  sangat menentukan, (a) apakah bekerja di perusahaan A, nyaman dan lanjut untuk waktu yang lama, atau (b) berakit rakit di perusahaan B C D A, atau (c) justru sedang membangun usaha anda yang keren dari keringat sendiri. Saya mungkin golongan (b) yang dari perusahaan A ke perusahaan B lalu C ..C bankrut lalu ke D. Saat semua sulit kawan, mari sama - sama percaya bahwa semua ada hikmahnya.

3. Perbanyak baca buku 
Selagi mata masih menunjang untuk melahap banyak buku, why not? membaca buku tidak harus nerd, pakai kacamata tebal dan suka menyendiri bukan? hingga saat ini saya masih mengikuti cara dosen saya Pak Khoiri, dimana setiap bulan ada buku yang di beli, walau dari bazaar diskonan atau lapak buku bekas sekalipun. Buku apapun yang kita baca pasti ada manfaatnya.

Setelah membaca bab awal buku "Rudy - Biografi BJ Habibie" saya menjadi sedikit iri karena beliau telah dijejali buku bagus sejak kecil oleh sang ayah. Tapi untungnya Ibu saya (dan bantuan sahabat saya bernama "Zagalo") berhasil mengarahkan saya untuk cinta perpustakaan sejak SMP. Sehingga buku menjadi hal yang selalu menarik di mata.

4. 1 lawan terlalu banyak, 1000 kawan belum cukup
Salah satu keuntungan perantau adalah kawannya dari mana saja, dan itu yang saya rasakan saat ini. Saat jauh dari keluarga, kawan mendadak jadi kakak, atasan mendadak jadi Ayah/Ibu, dan seterusnya. Senang di kantor saya ada tim futsal yang kami bentuk bersama, setiap kamis ada sarana untuk sejenak melepas penat dengan rekan sejawat.

Namun tetap, kampung halaman dan saudara sepermainan waktu kecil selalu yang terbaik. Pada tahun ini saya kehilangan sahabat, kakak terbaik, teman main sejak kecil, dan tentu, dia berhasil memberikan kenangan terbaik pada setiap orang yang mengenalnya. Semoga putrimu yang baru lahir ini menjadi putri yang dapat engkau banggakan mas Yog! we all miss u.

5. Rekreasi tak harus piknik, travelling tak harus diving 
Meluangkan waktu untuk mengukir suatu kenangan yang tak terlupa, once in a life, adalah salah satu solusi menemukan kebahagiaan. Saya suka bepergian, cek-in di tempat yang belum saya kunjungi sebelumnya, menikmati duduk diam lama di dalam bis.

Satu hal yang ingin saya garis bawahi di sini, jangan habiskan uang anda untuk hal - hal tersebut tanpa memikirkan masa depan. Karena kesenangan tidak hanya untuk hari itu , saat itu, piknik boleh, travelling boleh, naik gunung sampai langit lapis ke tujuh boleh, tapi tetap pikirkan porsi hidup yang seimbang agar tidak menyesal di depan. Sst. kadang kesenangan itu muncul saat anda tertawa bersama kawan kantor, merasakan atmosfer El Classico dengan rekan sekamar (cc Okky Ardianto) atau mengelus - elus perut istri yang lagi buncit seharian, sederhana bukan?

5 dulu kawan, terima kasih sudah berkenan membaca, hidup ini indah kawan, it is just the past of finding who we are!

Terima kasih Allah atas 25 tahun ini, karuniakan kami umur yang panjang, kesehatan, kenikmatan iman dan Islam. Terima kasih telah menjaga orang tua kami saat kami jauh. Terima kasih telah mengkaruniakan Istri yang luar biasa.


Selamat hari minggu dan jangan lupa senyumnya ya


Perhatikan 10 Hal ini Sebelum Pindah ke Jakarta


Saya adalah satu diantara ribuan orang yang menggantungkan harinya dengan Kota terbesar di Indonesia bernama Jakarta. Macet, Panas, Keras, itulah gambaran orang tentang Jakarta. Di sini saya hanya ingin berbagi dengan teman - teman yang mungkin masih berencana pindah ke Jakarta. 10 Hal yang perlu anda pertimbangkan sebelum pindah ke Jakarta, diantaranya

Science Show Turut Meriahkan Final Kompetisi Ilmiah LIPI

Repost untuk dokumentasi penulis.


Selama 3 hari berturut – turut, suasana di selasar auditorium Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta mendadak ramai penuh dengan anak sekolah. Pasalnya 30 karya Finalis National Young Inventor Awards dan 63 Finalis LKIR sedang memajang karya mereka untuk beradu pada final kompetisi Ilmiah LIPI. Acara meriah ii difasilitasi oleh Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas (BKHH)
Di samping pameran, BKHH LIPI juga menggelar acara Science Show. Bagi para pengunjung, yang utamanya didominasi oleh anak sekolah, panitia menyiapkan beberapa acara yang dapat diikuti oleh mereka.
Pada hari Rabu (26/8) lalu, Dr. Ir. Munasri M.Sc., peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI  Bandung memberikan edukasi kepada pengunjung tentang berbagai bencana alam yang bisa terjadi di Indonesia. Beliau juga menjelaskan apa yang harus dilakukan anak-anak saat terjadi bencana tersebut. Tampak pengunjung sangat antusias, karena Dr. Munasri menjelaskannya dengan bahasa yang sederhana dan membawa beberapa alat peraga yang membuat acara semakin menarik.
Di hari sebelumnya, dilaksanakan juga lomba mewarnai dengan tajuk “Science for Future” diikuti siswa TK perwakilan dari pengunjung se-Jabodetabek. “Peserta mewarnai gambar Pesawat Ulang – Alik. Acara ini bertujuan memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui gambar sejak dini kepada siswa,” ujar Ridwan Setiaji, koordinator panggung Science Show.  
Terdapat juga Story Telling yang mengundang Kak Reza, seorang pendongeng professional yang piawai anak –anak. Para peserta tampak serius mendengarkan dongeng – dongeng dari Kak Reza. Beliau membawakan 2 buah cerita, yakni kisah tentang Astronot dan juga tentang bagaimana cara merawat lingkungan hidup di sekitar kita.
 Sementara, Stone Painting yang juga diikuti para pengunjung dengan antusias sukses digelar pada hari berikutnya (27/8). Batu yang legam disulap oleh para peserta menjadi karya yang unik dan menarik. Hal ini tentu mengasah kreativitas peserta untuk menghasilkan karya – karya kreatif dari bahan yang sesungguhnya sangat sederhana. (gst)

Tasikmalaya Siap Sambut PIRN XIV 2015

Repost untuk dokumentasi penulis

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya akan menyelenggarakan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) XIV Tahun 2015 di Tasikmalaya, Jawa Barat, tanggal 2 – 9 Agustus 2015 dan akan diikuti oleh 500 peserta. Sebagai upaya kedua belah pihak untuk mematangkan persiapan, telah digelar pertemuan pada Selasa, 7 Juli 2015.


Hadir dalam pertemuan tersebut pihak Penyelenggara dari Tasikmalaya yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Abu Mansur, Kepala Bagian Kesejahteraan Setda Pemkot Tasikmalaya. Abu Memaparkan kesiapan Kota Tasikmalaya selaku tuan rumah, sekaligus memaparkan perkembangan terakhir terkait lokasi – lokasi yang akan digunakan untuk PIRN.
Perwakilan dari instruktur, M. Soekarni S.E. dari P2 Ekonomi LIPI memaparkan beberapa lokasi yang akan digunakan sebagai lokasi penelitian lapangan dalam rangkaian kegiatan PIRN. Beberapa lokasi tersebut diantaranya, Situ Gede, Pusat Bordir Kawalu, Sentra Batik Ciroyom dan Kawasan Wisata Urug. “Mohon dipastikan agar pihak setempat mengetahui akan adanya kegiatan PIRN ini di lingkungan mereka”, pesan Soekarni yang telah beberapa kali menjadi instruktur PIRN.
Event Organizer yang ditunjuk selaku pihak ketiga memaparkan teknis penjemputan dan floor plan lokasi, yakni Komplek Pondok Pesantren Al-Muttaqin. Dalam floor plan tersebut, direncakan akan ada ruang tersendiri untuk pameran dari LIPI dan BKKBN.
 Abu memastikan lokasi – lokasi tersebut sudah siap untuk digunakan. “Kami akan kumpulkan pejabat – pejabat setempat, sekaligus mensosialisasikan PIRN lebih luas, jangan sampai warga Tasik sendiri tidak mengetahui akan adanya kegiatan berskala nasional di Kota mereka”, jelasnya di sela-sela survey lokasi Sentra Anyaman Bambu. (Gst)

Pra Kipnas XI: Saatnya Industri Farmasi Indonesia Bangkit

Repost untuk dokumentasi penulis

Komisi Kesehatan dan Kedokteran baru saja melangsungkan agenda Focus Group Discussion (FGD) pertama pada Selasa (23/6) di Auditorium Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Komisi tersebut adalah satu dari empat dalam Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) yang akan berlangsung pada 8-11 Oktober 2015 nanti.
Para tokoh menyoroti perkembangan riset dalam industri farmasi Indonesia yang masih sangat lamban. Hal ini sangat miris jika dibandingkan dengan keberagaman hayati yang ada di Indonesia, seperti yang diungkapkan Prof Nasronudin pakar farmasi dari Universitas Airlangga Surabaya. ”Indonesia kaya akan SDA mikroorganisme untuk dapat dimanfaatkan di bidang pengobatan dan kesehatan, ada beragam jenis tanaman yang potensial untuk ditumbuhkembangkan menjadi produk, dari 32000 jenis tanaman yang ada, 3000 diantaranya tanaman obat, namun untuk bahan baku obat masih saja impor,” jelasnya.
Menanggapi lambannya perkembangan industri farmasi di Indonesia, Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI Dr. Nina Artanti menyatakan bahwa penelitian di luar negeri sebenarnya hampir sama dengan yang dilakukan di Indonesia. “Hanya saja selama ini hasil penelitian ilmuwan Indonesia belum dapat diaplikasikan dan bermanfaat bagi industri,” terangnya.
Hal tersebut didukung oleh Prof. Dr. Daryono Hadi Tjahjono, Dekan Sekolah Tinggi Farmasi ITB. Beliau menyatakan bahwa kapasitas Indonesia tidak kalah dengan negara lain. “Fasilitas dari pemerintah sudah cukup mendukung dengan bantuan dana untuk penelitian uji klinis. Perlu kebijakan nasional yang terkait kemandirian bahan baku obat,” ungkapnya. “Kelemahannya, kurang koordinasi sinergis antara kementerian, organisasi terkait, dan dunia industri” tambahnya.
Sementara, sebagai wakil dari dunia industri dalam forum tersebut, Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Darodjatun Sanusi, MBA mengkritisi minimnya perhatian pemerintah atas perkembangan industri kesehatan & pengobatan, khususnya farmasi dasar. “Isu – isu tersebut (di atas) adalah isu lama, namun tidak kunjung ada gerakan yang cukup kuat untuk dilirik stakeholder dan pemerintah” tegasnya.
Darodjatun menerangkan bahwa di negara seperti Cina dan India, penelitian dibiayai oleh pemerintah melalui universitas. “Cina mampu mengontrol penuh harga obat generik. Di Indonesia, pemerintah sudah memiliki keinginan untuk mengontrol harga obat, di sisi lain industri farmasi tentu kualahan untuk merealisasikan hal tersebut karena bahan baku masih impor,” tuturnya.
Ketua Komisi Kesehatan dan Kedokteran, Prof. dr., Amin Soebandrio. Ph.D, Sp.MK, bahwa sudah saatnya kebangkitan industri farmasi kembali digaungkan, salah satunya melalui KIPNAS XI ini. “Isu-isu tersebut sudah dilakukan sebelumnya dan memang perlu dilakukan studi apakah rekomendasi yang dihasilkan masih visible untuk diterapkan” terangnya.
                Dalam rangkaian kegiatan pra-KIPNAS XI ini, akan dilakukan FGD lanjutan oleh Komisi Kesehatan dan Kedokteran pada 28 Juli 2015 nanti. Agenda FGD tersebut direncanakan untuk menemukan benang merah analisis SWOT yang bersumber dari paparan – paparan pada FGD pertama ini. “Perlu kita pilah komponen mana yang paling besar untuk diperhatikan dalam penentuan kebijakan, yang pada akhirnya menghasilkan rekomendasi yang matang bagi pemerintah, sehingga hasil dari KIPNAS dapat mendorong kebangkitan industri farmasi Indonesia” jelas Amin. (gst)

150 Siswa Se-Jabodetabek Ikuti Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah

repost untuk dokumentasi penulis

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelanggarakan rangkaian final Kompetisi Ilmiah, yakni Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dan National Young Inventor Awards (NYIA). Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jum’at (25 – 28/8) lalu di Jakarta. Dalam salah satu rangkaian kegiatan tersebut, LIPI juga mengundang sekolah – sekolah se-Jabodetabek untuk mengirimkan 2 Siswa sebagai peserta Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah.
Pada Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah tahun ini, tercatat diikuti oleh 150 peserta dari 75 Sekolah se-Jabodetabek. Keseluruhan jumlah tersebut dibagi menjadi 2 kelas, yakni Kelas A dan Kelas B. Kedua kelas tersebut memiliki pembahasan berbeda, yakni bidang penelitian IPA dan IPS.
Adapun sebagai instruktur untuk kelas A adalah Dr. Achmad Dinoto, Kepala bidang Mikrobiologi, Pusat Penelitian Biologi LIPI, sekaligus pimpinan InaCC (Indonesian Culture Collection). InaCC adalah salah satu Bank Kultur terbesar di dunia. Kelas A mewakili bidang penelitian Ilmu Pengetahuan Alam.
Sedangkan untuk kelas B, diisi oleh Dr. M. Alie Humaedi S.Ag, M.Ag, M.Hum. Ali adalah peneliti Madya di Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI. Beliau juga adalah instruktur Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) LIPI. Kelas B mewakili bidang penelitian Ilmu Pengetahuan Sosial.
Fikri, salah satu peserta pelatihan menuturkan bahwa pengalaman ini sangat berharga, jarang ada dan perlu lebih sering diadakan. “Kami sangat membutuhkan ilmu – ilmu seperti ini, bagaimana menuangkan ide menjadi proposal yang baik hingga menjadi sebuah penelitan yang baik” tuturnya.
 Pamor kegiatan Karya Ilmiah Remaja (KIR) tampaknya sedang menanjak di sekolah kawasan Jabodetabek. Terbukti dengan terpilihnya Erni, dari SMA Negeri 63 Jakarta yang menjadi pemenang pertama LKIR Bidang  Kependudukan, Ide Nada dari SMAN 49 Jakarta yang menjadi pemenang ketiga LKIR bidang IPT dan Stella Chandra dari SMA Sampoerna sebagai pemenang Harapan 2 LKIR Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan. Ketiganya terbukti adalah anak yang aktif pada komunitas KIR di sekolahnya. (gst)

LIPI Berikan Penghargaan kepada Pemenang Kompetisi Ilmiah Remaja


Repost untuk dokumentasi penulis
Dengan telah dilakukannya penilaian terhadap semua finalis, maka terpilihlah deretan pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dan National Young Inventor Award (NYIA) pun diumumkan pada Malam Penganugerahan yang dihelat pada hari Kamis (27/8) di Auditorium Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta. Malam penganugerahan ini diawali dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana, Nur Tri Aries Suestiningtyas yang juga Kepala Biro Kerjasama Hukum dan Humas LIPI.

Selanjutnya, sambutan dari Ketua Dewan Juri, LT.Handoko. Dalam sambutannya, Handoko menyampaikan rasa kagum yang luar biasa atas karya – karya yang telah dihasilkan oleh para peneliti muda. “Karya finalis tahun ini lebih sulit untuk dipilih pemenangnya, tingkatan karyanya lebih advance dan lebih rumit,” ungkapnya. “Kalian telah mengalahkan 2000an proposal yang masuk, maka semua yang ada di sini adalah pemenang,” tambahnya.
Sementara, Sekretaris Utama LIPI, Siti Nuramaliati Prijono juga menyoroti peningkatan jumlah proposal yang masuk sebesar 30% dibanding pendaftar pada LKIR tahun lalu. Khusus pada tahun ini, Perhimpunan Biologi Indonesia yang dipimpin oleh beliau, juga memberikan special award kepada 3 karya, yakni 2 karya LKIR dan 1 karya NYIA.
Kepala LIPI, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain, yang juga hadir pada malam itu, memberikan selamat dan apresiasi yang sebesar – besarnya kepada semua finalis kompetisi ilmiah LIPI. Iskandar berpesan kepada seluruh finalis agar keinginan mengembangkan diri melalui karya ilmiah tidak berhenti sampai di sini. “Kalian harus menjadi generasi penerus yang tangguh dan senantiasa menghasilkan ide – ide brilian untuk Indonesia yang lebih baik” tegasnya.
Adapun pemenang pertama Kompetisi Ilmiah tahun ini, didominasi oleh SMA Negeri 3 Semarang. Sekolah tersebut berhasil mencatatkan perwakilannya sebagai pemenang pada LKIR dan NYIA tahun ini. Berikut daftar pemenang Kompetisi Ilmiah LIPI selengkapnya :
1. Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan:
Nurkholifatul Maula dan Putri Rahayu Budiman, MAN Insan Cendekia Jambi
“Pengaruh Eksistensi Sawit Terhadap Integrasi Sosial Masyarakat Transmigrasi Desa Sumber Harapan Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Muara Bungo, Jambi"
2. Ilmu Pengetahuan Hayati:
Achmad Ilham dan Cenanda, SMA N 3 Semarang
“Pengaruh Modulus Young Terhadap Cepat Rambat Rangsang pada Jaring Laba-laba”
3. Ilmu Pengetahuan Teknik:
Aristo Kevin dan Maulanan Imam, SMA N 3 Semarang
“Elektrodeposisi Material Komposit Zn-PP sebagai Pelapis Karat”
4. Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Maritim:
Ni Putu Intan dan Cok Laksmi Pradna, SMA N 3 Denpasar
“Evaluasi Pemanfaatan Fitoplankton melosira sp, navicula sp, nitzschia sp, di Perairan Bali dan Lombok Sebagai Sumber Antibiotika”
5. Bidang Kependudukan:
Erni, SMA N 63 Jakarta
“Motif Sosial Berwirausaha Pelajar SMA dan SMKN Jakarta Selatan sebagai Gambaran Kesiapan Indonesia Menuju Bonus Demografi”
6. Pemenang NYIA:
Bayu Aji Setyawan dan Galih Yuli Dwiatmaja, SMK Negeri 1 Kedung Wuni, Purwokerto, Jawa Tengah
"AS-SHUR: Teknologi Robot Pembersih Udara"
Special Award LKIR
1. Pupoes Biworo dan Achmad Nurul Yaqin (MTsN II Kediri Jawa Timur) dengan judul karya “Daya Astrigensia pada Getah Tanaman Sono Kembang (Pterocarpus indicus) sebagai Anti septik Alami dan Ekonomis,”
2. Lailatul Fatkhiyah dan Noor Laila Safitri (MAN 2 Kudus Jawa Tengah) dengan judul karya “Pengaruh Gelombang Suara Musik Klasik untuk Meningkatkan Pertumbuhan Brokoli,”
Special Award NYIA
1. Izza Aulia Putri Purwanto dan Hanun Dzatirrajwa (SD IT Al Islam Kudus, SD IT Bina Amal Semarang) dengan judul karya "Helper Mirror"
Selanjutnya, pemenang LKIR akan diseleksi ulang menjadi 3 tim terbaik untuk mewakili Indonesia di ajang The Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) di Phoenix pada 2016 mendatang. Sedangkan Pememang NYIA akan diseleksi ulang menjadi 3 terbaik untuk mewakili Indonesia pada ajang International Exhibition for Young Inventors 2016 di India. (gst)