Aku tak biasa berdendangHanya beberapa alunan perlahanAku tak biasa melagukanHanya irama teman berjalanTutup panci adalah simbalkuWajanku terketuk perlahanGuting lusuh itu menderu cepatPercikan minyak meloncat loncatAku bukan penikmat malam
Aku bukan langganan studio rekamanTapi tak ada seorang melarangAku memukul simbalku setiap malamPerempatan Ibrahim adalah panggungkuSejam berlalu ku cari audiens pertamakuBukan konser memang,aku hanya penjual tahu tek yang tak mau ditelan jaman
Categories:
Bahasa


