AddToAny

Morning, sekedar ingin share link-link berbagai majalah gratis yang bisa didownload sepuas hati .monggo :)

PDF-Mags.com


berisi katalog majalah -majalah free yang kita bisa download berdasarkan kategori yang ada. misal : Art, Comic, Computing, Fashion, Photograph.dst


BAKmagazine.com
BAKmagazine, isinya kompilasi karya - karya kontributor yang telah di -vote di bakmagazine.com sebelumnya


Blurmagazine.com

yang ini majalah fotografi


Alistapart.com
Artikelnya tentang fenomena-fenomena dalam dunia desain saat ini (baca di tempat tapi..hehe)



Lovepics
Kompilasi desain juga, sayang ketika tulisan ini dibuat, mereka lagi coming soon :)



Komma

berbahasa jerman, layak dicoba



Veer


Katalog majalah ini sayangnya terkhir update 2009 lalu, tapi masih aktif dan layak download



Wowmagz.com


yang ini, dari Malang untuk Indonesia, bahkan dunia



Delve

Kompilasi ala delve



ROOT

Kompilasi ala Root



Destructed
http://www.destructed.info/
tidak serusak namanya



Magwerk

gado - gado yang ini :)




BloodWars
kompilasi



Breedmag
kompilasi



bitFUUL
kompilasi fotografi



Blanket
kompilasi



NTI - Revolver
kompilasi *sayang, underconstruction ketika postingan ini ditulis gan



CastleMag
Vector banget :)



RevolutionArt
Yang ini photographic.




CODE
lebih dari sekedar Code




Ruby
kompilasi bulanan




Sphere
Cek sendiri aja wees :)




Phase
Kompilasi juga :)



NLF
Majalahnya tutup untuk edisi terbaru, namun ada edisi lama didalammnya yang bisa kita download dan nikmati :)




NNM
Playful people only :)



Multilink

atraktif banget kalo yang ini



TXT

Kompilasi asik



Etel Magazine

ada yang versi bahasa spain saja, tapi inspirasinya ndak tanggung-tanggung bro



Proteus
Kompilasi juga ini mas..



Made In Street

Fotografi made in street



Design & Life 

eitss..jangan salah, ini bandung bro :)

Beast

Websitenyo sajo sudah keren


 
BeDifferent
bagus, sayang belum-belum sudah iklan -_-



2ndDesign
ini majalah apa video blog ya?



FILEmagz
satulagi, fotografi




Freemagz!

Lifestyle, Indra herlambang dan issue terkini dunia gup gup...


thanks to
@hongkiat
but may be some stuff in need to be upgraded inside the post --> http://www.hongkiat.com/blog/42-free-online-magazines-for-designers/

hehe...saya nulis ini tepat sejam setelah patah hati part #sekian lah pokoknya ..
mari..mari...
saya langsung buka blognya @yanuar_mm --> http://www.yanuar.web.id/2009/07/putus-plukuthuk.html

ya,,,saya ndak setuju 100% dengan tulisan itu, tapi saya selalu membukanya tiap saya patah hati 

^sering2 seh..

tidak setiap patah hati harus dilalui dengan air mata kan? nangisnya dihati saja :)
ok...
judulnya Pahat Hati..
ya...
saya hanya ingin menuliskan satu kalimat disini :)

"Perubahan pasti ada masa sulitnya" 


teori mudah, praktek sulit, dan terkadang seperti saya sekarang, gagal :)
ah, mulai lagi dan menata semuanya, 

kemaren baru lihat film




satu hal yang saya tangkap dari sini...
Mark diakhir film itu juga gagal soal cinta :)
dan facebook diawali dari facemash dan putus cinta :))
jadi menghibur saya, gagal? ndak papa wes... 
yang penting menari dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga :)
^lalu mikir,,, mau bikin projek apa yaaa :))





26 desember adalah hari istimewa buat rumah kami, si landak mini melahirkan anak pertama hingga keempatnya hari itu, sebenarnya saya sama sekali tidak menduga, karena apa yang saya lakukan kepada sepasang landak di rumah sedikit tidak sesuai dengan apa yang ada di Forum-forum...

saya menyatukan keduannya dalam satu kadang lebih dari satu bulan lamanya...sebelum aksi ini terjadi :



sehari setelah aksi di video baru saya memisahkan keduanya seperti awal dahulu.
(di Forum, menurut senior-senior saya, sehari sudah cukup untuk mengawinkan landak, dan saya melakukannya selama sebulan!)

ternyata, 30 an hari sesudahnya, lahir 4 landak mini bayi, Alhamdulillah



mulai kelahiran, hingga 2 bulan landak siap disapih, semua diurus oleh Mamanya sendiri, yang perlu kita lakukan adalah memastikan kandangnya tetap gelap, tenang, tidak banyak gangguan, makan dan minum bergizi :) Mama landak sangat sensitif terhadap anak-anaknya, ada yang mendekat, dia pasti langsung marah, jangan terlalu sering mengganti serbuk kayu, namun jangan biarkan kejorokan melanda kandang mereka :)

jika ingin peliharaan yang simpel dan tidak ribet, tapi lucunya minta ampun, choose landak mini :)
Selamat tahun baru 2011,
saya mengawali postingan 2011 dengan 2 makalah ndak jelas (dan akan menyusul berbagai makalah tidak jelas lainnya) sebagai balas budi saya kepada orang-orang yang tulisannya diinternet saya jadikan referensi, dengan kata lain, telah membantu expanding my insight, dari yang bludrek menuju jaman terang bernilai A .
amin.

Yak, Presentasi suatu yang sangat sering dilakukan oleh kita-kita para pelajar, sampai Bapak dan Ibu kita di tempat mereka bekerja, tapi, masihkah perlu orang kedua sebagai operator Slide kita?

Trus mas..

Next,

Kembali slide tadi mas...

Bukan ,.... yang gambar tabel tadi lo..

Lanjut,

Ya... kata-kata yang lazim diucapkan seorang presenter kepada si operator.

Atau kita presentasi sementara seorang diantara anggota kelompok kita duduk di meja dengan jari di pad notebook?

Tidak keren kawan
Sekali lagi..
TIDAK KEREN



Saya yakin saat ini setidaknya HP anda punya dua fitur yang akan berguna dalam hal ini : yap,
Bluetooth dan Java

Dengan menggunakan kemampuan Bluetooth kita terkoneksi antara HP dengan Notebook untuk presentasi, kita dapat memanfaatkan HP kita sebagai remote selama presentasi dengan  freeware bernama “MWRemoteControl”

So, how to use it?

Alat :
Notebook/netbook/PC yang penting bisa koneksi Bluetooth
HP yang penting support Java dan bisa koneksi Bluetooth
:-cd

Bahan :
Software “MWRemoteControl” yang bisa didownload di : http://forum.mobiles24.com/archive/index.php/t-18564.html

Saran Penyajian :
Untuk menggunakannya, kita perlu menginstal software “MWRemoteControl” di Komputer/Laptop kita, lalu kita download juga “MWRemoteControl” versi mobile untuk dipasang di HP kita. (buka opera mini anda dan ketik “MWRemoteControl download”)

Setelah kedua alat terpasang software, yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah
Mengkoneksikannya.....(layaknya pair ala BB atau pair PC dengan Hape Anda)

Nyalakan bluetooth kedua belah pihak, sambungkan sebagaimana biasa.

Begitu kita buka “MWRemoteControl” dari HP maka langsung muncul opsi Search fo server.
Setelah terkoneksi,
Pilih power point.

Juga pada Laptop kita , buka slide yang siap kita presentasikan.
Maka, dengan memencet tombol next pada HP = membuka slide berikutnya.

Serasa remote bukan?

selamat mecoba :)
Dakwah dan Perubahan Sosial

Dakwah
Definisi dakwah
Materi dakwah

1. Definisi Dakwah

Dakwah menurut bahasa atau secara etimologis dapat diartikan mengajak, menyeru, dan memanggil. Sedangkan, bila diartikan dalam ruang lingkup yang lebih luas lagi dakwah dapat diartikan sebagai berikut :

“Mendorong (memotivasi) untuk berbuat baik, mengikuti petunjuk (Allah), menyuruh orang mengerjakan kebaikan, melarang mengerjakan kejelekan, agar dia bahagia di dunia dan akhirat”. (Syaikh Ali Mahfudh, Hidayah al-Mursyidin).

Dakwah berasal dari bahasa arab yang berarti mengundang, mengajak dan mendorong. Konotasi yang lazim adalah mengajak dan mendorong sasaran untuk melakukan kebaikan dan menjauhi kejelekan atau "amar ma'ruf nahi munkar". Dakwah berarti juga mengajak sasaran menuju jalan Allah, yakni agama Islam.

Ilmu manajemen menyebutkan bahwa usaha dakwah dalam memberikan motivasi kepada orang lain harus melihat serta memperhatikan kebutuhan kelompok sasaran. Hal ini menjadi penting karena muara dakwah itu sendiri tidak lain adalah tercapainya kesejahteraan dunia dan akhirat. Sehingga, dakwah dalam pengertian ini adalah memberdayakan masyarakat atau rakyat.

Dari definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa dakwah pada dasarnya merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan disengaja oleh pelaku dakwah (da’i) untuk memberikan motivasi kepada individu atau kelompok (sasaran dakwah) untuk mencapai tujuan di atas yaitu, bahagia di dunia dan akhirat ( Sa'adatuddarain).

A. Materi dakwah

Jika bicara tentang dakwah, kita ingat kembali apa tujuan dakwah, karena pada dasarnya apa yang terdapat dalam materi dakwah bergantung pada tujuan dakwah yang yang ingin dicapai.

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Quran, bahwa: “Tujuan umum dakwah adalah mengajak ummat manusia ( meliputi orang mukmin maupun kafir atau musyrik ) kepada jalan yang benar yang diridhai  Allah SWT, agar dapat hidup bahagia dan sejahtera didunia maupun diakhirat”.[1]

Apa yang disampaikan  seorang da’i dalam proses dakwah (nilai-nilai dan ajaran-ajaran islam) untuk mengajak ummat manusia kepada jalan yang diridhai Allah, serta mengubah perilaku mad’u agar mau menerima ajaran-ajaran islam serta memanifestasikannya, agar mendapat kebaikan dunia akhirat, itulah yang disebut materi dakwah.

Dalam garis besarnya, sebenarnya telah jelas, bahwa materi dakwah adalah seluruh anjuran islam secara tidak dipotong potong. Ajaran islam telah tertuang dalam : alqurannul karim dan sunnatur rasul Muhammad saw, sedang pengembangannya kemudian akan mencakup seluruh kultur islam yang murni yang bersumber dari kedua sumber pokok ajaran islam itu.

Materi yang demikian luas sudah tentu memerlukan pemilihan yang cermat, disamping perlunya diperhatikan situasi dan kondisi kemasyarakatan yang ada. Apabila kehidupan manusia ini akan selalu dihadapkan dengan kepentingan, maka dalam hal ini manusia tidak lain akan dipaksa untuk mengadakan pilihan-pilihan tindakannya. Bahkan kemudian manusia membuat prioritas-prioritas karena dari sekian banyak perbaikan yang telah dipilihnya itu, tidak semuanya dapat dikerjakan sekaligus, namun harus satu demi satu atau menurut kepentingannya yang paling utama dan yang dapat dikemudiankan. Untuk ini ajaran islam cukup luas memberikan bahannya dari sumber utama tadi.

seperti yang sudah dijabarkan diatas dalam hal ini materi dakwah menurut tarmizi taher materi (maddah) dakwah adalah masalah isi pesan atau materi yang disampaikan da’I pada mad’u, pada dasarnya bersumber pada Al-Quran dan Hadits sebagai sumber yang meliputi akidah, syariah, dan ahlak. Hal ini yang perlu disadari bahwa ajaran ajaran yang diajarakan itu bukanlah semata-mata berkaitan dengan eksistensi dan wujud Allah SWT, namun bagaimana menumbuhkan kesadaranmendalam agar mampu memanifestasikan akidah, syariah dan ahlak dalam ucapan, pikiran dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Secara global, materi dakwah dapat diklasifikasikan menjadi tiga hal, yang pada dasarnya ketiganya bersumber dari Al-Quran dan Hadits. Tiga hal itu adalah :

Aqidah
Dalam islam, permasalahan aqidah yaitu masalah-masalah yang mencakup keyakinan yang erat hubungannya dengan rukun iman. Dalam pembahasanya, bukan saja tertuju pada hal-hal yang wajib diimani, akan tetapi materi dakwahnya juga menyangkut masalah-masalah yang menjadi lawannya. Seperti syirik, ingkar terhadap keberadaan tuhan, dll

Syar’iyah
Dalam islam, permasalahan syar’iyah erat kaitannya dengan perbuatan nyata dalam mentaati semua peraturan/hokum Allah untuk mengatur hubungan antara manusia dengan tuhannya serta mengatur pergaulan hidup antar sesame manusia.

Permasalahan yang berhubungan dengan masalah syar’iyah bukan saja terbatas pada masaalah ibadah kepada Allah, namun permasalahannya juga mencakup pada masalah yang berkenaan dengan pergaulan hidup antar sesame manusia seperti masalah hokum jual-beli, berumahtangga, warisan, dan lainnya, begitu juga dengan segala bentuk larangan Allah, seperti mabuk, mencuri, berzina, dan sebagainya. Hal itu juga termasuk masalah yang menjadi materi dakwah.

Akhlak
Sebagai materi dakwah, akhlak lebih tepat dikatakan pelengkap bagi keimanan dan keislaman seseorang. Namun bukan berarti masalah akhlak tidak penting, karena bagaimana pun juga, iman dan islam seseorang tidak akan sempurna tanpa dibarengi dengan perwujudan akhlakul karimah.

Rasullulah pun pernah bersabda :

“Aku diutus oleh Allah SWT didunia ini hanyalah untuk menyempurnakan Akhlak”.

Dalam buku yang berjudul Dakwah Aktual, mengatakan: Sirah Nabawiyah mengajarkan kepada kita, bahwa materi pertama yang menjadi landasan utama ajaran islam, yang disampaikan Rasullulah SAW kepada ummat manusia adalah masalah yang berkaitan dengan pembinaan akidah salimah, keimanan yang benar, masalah al-insan, tujuan program, status, dan tugas hidup manusia didunia, dan tujuan akhir yang dicapainya, al-musawah, persamaan manusia dihadapan Allah SWT, dan al-adalah, keadilan yang harus ditegakan oleh seluruh manusia dalam menata kehidupanya.[2]

Hal penting yang harus disadari yaitu, semua ajaran yang disampaikan itu (materi dakwah), bukanlah semata-mata berkaitan dengan eksistensi dan wujud Allah SWT, akan tetapi bagaimana menumbuhkan kesadaran mendalam, agar mampu mewujudkan atau memanifestasikan aqidah, syar’iyah, dan akhlak dalam ucapan, pikiran, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari

Sumber-sumber Materi Dakwah

Materi dakwah yang telah dirinci sebelumnya, pada dasarnya bersumber kepada:

Al-Quran dan Hadits
Al-Quran dan Hadits merupakan pedoman dan sumber hukum serta sumber utama ajaran-ajaran islam bagi ummat islam. Oleh karena, materi dakwah yang pada intinya menyampaikan ajaran-ajaran islam tidak mungkin terlepas dari dua sumber tersebut, jika seluruh aktivitas dakwah tidak berpegang teguh pada Al-Quran dan Hadits, maka hal itu akan menjadi sia-sia dan bahkan dilarang oleh islam

Opini Ulama
Islam selalu menganjurkan ummatnya untuk terus mencari dan menggali (pengetahuan ) dengan cara berpikir dan berijtihad untuk menemukan hokum-hukum sebagai tafsiran serta takwil dari Al-Quran dan Hadits.

Sebagaimana yang dilakukan oleh para ulama, dari hasil pemikiran dan penelitian dari ulama itulah dapat pula dijadikan sebagai sumber baru setelah Al-Quran dan Hadits artinya, hal baru yang tidak bertentang dengan Al-Quran dan Hadits dapat juga dijadikan sebagai sumber materi dakwah
Unsur Dakwah

Kegiatan dakwah islamiah itu sendiri tidak dapat lepas dari lima unsur yang harus berjalan serasi dan seimbang. Karena pada dasarnya kegiatan dakwah merupakan proses interaksi antara pelaku dakwah (da’i) dan sasaran dakwah (masyarakat) dengan strata sosialnya yang berkembang. Antara sasaran dakwah dan si pelaku dakwah keduanya saling mempengaruhi, di mana mereka sama menuntut porsi materi, media, dan metode tertentu.

Strategi dakwah akan berhasil jika kelima unsur tersebut berjalan dengan seimbang. Ini berarti, kegiatan dakwah bukan bukan sekedar memberikan pengajian di atas mimbar di hadapan masyarakat yang luas serta heterogen. Namun lebih dari itu, dakwah menuntut tumbuhnya suatu kesadaran bagi masyarakat yang mendengarkan dakwah tersebut agar pada gilirannya mampu melakukan perubahan positif dari pengamalan dan wawasan agamanya.

K
ita tidak bisa mengukur keberhasilan sebuah kegiatan dakwah dari banyaknya jumlah pengunjung yang melimpah pada suatu forum pengajian dan hebatnya mubalig yang lucu, dan kocak. Sementara biaya yang keluar relatif banyak tanpa diimbangi dengan evaluasi dari massa pengunjungnya.


C.Problematika Masyarakat dan Dakwah Islam

Seperti yang telah kita ketahui, pada intinya, masyarakat merupakan kesatuan yang terdiri dari beberapa individu, yang hidup dan tinggal di suatu wilayah atau daerah tertentu dan memiliki tujuan bersama.

Tidak dapat dipungkiri, berbagai macam individu didalamnya, menjadikan berbagai permasalahan dan problematika bisa saja terjadi. Terlebih jika dalam masyarakat, terbagi kedalam beberapa bentuk, namun hal ini tidak akan dikupas tuntas. Pembahasan akan lebih menitik beratkan pada problematika masyarakat yang terjadi saat ini.

Problematika masyarakat

Di sini yang dimaksud dengan problematika masyarakat adalah kesulitan-kesulitan atau permasalahan yang berkembang dalam masyarakat itu sendiri yang di mana dikarenakan perkembangan zaman yang semakin maju dan lebih kritisnya para mad’u di masyarakat pada zaman sekarang. Hal-hal yang muncul adalah seperti: masalah ide pembaharuan, masalah moral dan masalah tentang perkembangan teknologi yang semakin pesat pada saat ini.

analisis


Kesimpulan I

Dakwah pada intinya adalah “amar ma’ruf nahi munkar” mengajak, mendorong untuk menuju sesuatu yang baik dan mengundang, mengajak untuk menjauh dari segala sesuatu yang buruk/jelek. Dakwah mempunyai banyak unsur didalamnya seperti: a. da'i b. mad'uw c. dakwah d. materi dakwah e.cara-cara penyampaiannya.

Pada umumnya materi dakwah selalu identik degan ilmu dan ajaran Agama Islam. Hal ini tercemin dengan berkembangnya budaya dakwah mimbar dengan massa yang banyak dengan riuhnya tepuk tangan audiens. Fenomena ini juga diperlukan dalam dakwah dengan catatan kefektifan dari dakwah itu ada.

Efektifitas dakwah mempunyai dua strategi yang saling mempengaruhi keberhasilannya. Pertama, peningkatan kualitas keberagamaan. Kedua, dengan mendorong terjadinya perubahan sosial. Dengan adanya dorongan menuju perubahaan sosial baik yang bersifat materi dan spiritual akan mencapai keingian yang diingini yaitu Sa’adatuddarain.

Dakwah dan perubahan sosial
Dakwah merupakan salah satu cara melakukan perubahan sosial. Perilaku masyarakat yang melanggar norma dan etika yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat harus “diluruskan” agar dampak buruknya tidak menyebar dan menjadi “penyakit” kolektif. Masyarakat harus dibimbing dan diarahkan kepada hal-hal positif yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga bermanfaat bagi orang lain. Realitas sosial memang selalu membutuhkan tuntunan spiritual agar sejalan dengan petunjuk Tuhan.
Kaum Muslim, sejak Nabi Muhammad diutus untuk menyampaikan risalah Islam hingga zaman modern ini, telah dijadikan sebagai umat terbaik karena peran mereka dalam perubahan sosial. “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Alh Kitab beriman, tentulah lebih baik bagi mereka: di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik,” (QS Ali Imran [3]: 110).
Ilmu Sosial Profetik

Ayat 110 surat Ali Imran di atas, menurut Kuntowijoyo memiliki tiga dimensi nilai, yaitu: humanisasi, liberasi, dan transendensi. Humanisasi berarti memanusiakan manusia. Hal ini seiring dengan dehumanisasi karena laju masyarakat industrial, di mana masyarakat berada di tengah-tengah mesin-mesin politik dan mesin-mesin pasar. Liberasi bertujuan untuk membebaskan bangsa dari kekejaman kemiskinan, keangkuhan teknologi, dan pemerasan. Sedangkan transendensi bertujuan menambahkan dimensi transendental dalam kebudayaan.

Transformasi Sosial
Menurut Sayyid Qutb, umat Islam harus mengerti bahwa mereka itu dilahirkan untuk maju ke garis depan dan memegang kendali kepemimpinan, karena mereka adalah umat yang terbaik. Allah menghendaki supaya kepemimpinan di muka bumi ini untuk kebaikan, bukan untuk keburukan. Karena itu, kepemimpinan tidak boleh jatuh ke tangan umat lain dari kalangan umat dan bangsa jahiliah. Kepemimpinan ini hanya layak diberikan kepada umat yang layak untuknya, karena karunia yang diberikan kepadanya, yaitu akidah, pandangan, peraturan, akhlak, pengetahuan, dan ilmu yang benar. Inilah kewajiban mereka sebagai konsekuensi kedudukan dan tujuan keberadaannya, yaitu kewajiban untuk berada di garis depan dan memegang pusat kendali kepemimpinan.
Menempati posisi khairu ummah (sebaik-baik umat) bukanlah karena berbaik-baikan, pilih kasih, secara kebetulan, dan serampangan. Posisi ini adalah karena tindakan positifnya untuk memelihara kehidupan manusia dari kemunkaaran dan menegakkannya di atas yang makruf disertai dengan iman untuk menentukan batas-batas mana yang makruf dan mana yang munkar itu. Kegiatan itu harus disertai dengan iman kepada Allah, untuk menjadi timbangan terhadap tata nilai dan untuk mengetahui dengan benar mengenai yang makruf dan yang munkar. (Tafsir fi Zhilalil Qur’an, II: 128).
Amar makruf nahi munkar merupakan proyek jangka panjang kaum Muslim, karena kehidupan dunia ini tak akan bebas dari kemungkaran serta manusia pun tak akan sempurna melakukan kebajikan. Selama dunia ini berputar, maka selama itu pula kemungkaran berlangsung dan manusia tak akan pernah sempurna berbuat kebaikan. Diutusnya para nabi dan rasul yang misi dakwahnya mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran membuktikan bahwa kemunkaran akan terus menyelimuti perilaku masyarakat dan baiknya perilaku masyarakat senantiasa memerlukan peringatan dan pembinaan.
Para dai harus menyadari bahwa dakwah memerlukan kesabaran. Mereka tak perlu terlalu berambisi agar masyarakat semua Islam dan baik beragamanya. Mereka hanya bertugas untuk menyampaikan risalah Islam yang mereka yakini kebenarannya. Dakwah harus digunakan sebagai cara melakukan transformasi sosial (perubahan sosial). Oleh karena itu, para dai harus memiliki komitmen dan semangat yang terus bergelora dalam menyuarakan kebenaran. Tanpa harus memaksa orang untuk ikut ajakannya, seorang dai dituntut menjaga kesucian hatinya.
Dalam aktivitas perubahan sosial itu, memang tidak semua Audien atau sasaran dakwah bisa menerima dengan lapang dada. Kelompok yang menentang atau berusaha menghambat dakwah adalah mereka yang benci terhadap Islam atau yang masih “keras hatinya”, terutama dari kalangan konglomerat. Dalam Al-Quran Allah Swt. berfirman, “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur - hancurnya,” (QS Al-Isra [17]: 16).
“Orang-orang yang hidup mewah” ini bisa dari kalangan pejabat negara atau para elit swasta. Mungkin dalam konteks Indonesia, yang dimaksud adalah pejabat korup dan konglomerat hitam yang dengan sengaja memorak-porandakan sendi-sendi kehidupan masyarakat demi meraup keuntungan pribadi dan kroninya. Perilaku elit ini bukan hanya menjadi tantangan para dai yang hanya mengandalkan suara moral, tetapi juga aparat penegak hukum.
Mereka inilah tantangan paling berat yang dihadapi para dai dalam menjalankan misinya. Menghadapi kelompok ini, para dai dituntut untuk siap berkorban, baik jiwa, raga, maupun harta dengan sampainya ajaran Islam ke tengah-tengah masyarakat. Selain itu, diperlukan figur dai yang mempunyai semangat jihad tinggi; mereka siap menghadapi segala resiko di medan perjuangan serta konsisten menyampaikan kebenaran.
Dakwah Humanis 
Jika kita mengacu pada rumusan ilmu sosial profetik Kuntowijoyo, tampaknya misi dakwah Islam—dengan segala tantangan yang dihadapinya—bertujuan untuk “memulihkan sisi-sisi dasar manusia yang paling hakiki”. Artinya, perilaku-perilaku manusia yang menyimpang dari aturan-aturan Islam bukan hanya “menodai” dirinya, tetapi juga akan mengganggu hak-hak asasi orang lain. Penegasan Al-Quran mengenai “orang-orang yang hidup mewah” baik dari kalangan pejabat maupun swasta, sebagai tantangan dakwah sangat logis, mengingat gerakan langkah mereka yang serakah akan merampas hak-hak yang lain.
Dengan demikian, dalam kegiatan dakwah, para dai tidak cukup hanya menyampaikan ajaran Islam di atas mimbar, tetapi mereka harus terjun ke tengah-tengah masyarakat untuk memberikan bantuan dan semangat moral atas problem hidup yang mereka hadapi. Mereka juga harus berani mengatakan kebenaran terhadap para penguasa yang zalim dan pengusaha yang serakah agar kembali ke jalan yang benar. Sebab, kezaliman dan keserakahan itu akan merusakkan sendi-sendi kehidupan masyarakat, baik sekarang maupun di masa yang akan datang.
Dakwah humanis dimaksudkan sebagai kegiatan dakwah yang berorientasi pada perlindungan dan penghargaan atas hak-hak asasi manusia, dan pada saat yang sama, nilai-nilai kemanusiaan, seperti persamaan, keadilan, serta kebebasan dapat tegak. Dalam dakwah yang humanis, seorang dai tidak cukup hanya berdakwah dengan lisan, tetapi juga dengan perbuatan.(CMM)
C.Problematika Masyarakat dan Dakwah Islam

Seperti yang telah kita ketahui, pada intinya, masyarakat merupakan kesatuan yang terdiri dari beberapa individu, yang hidup dan tinggal di suatu wilayah atau daerah tertentu dan memiliki tujuan bersama.

Tidak dapat dipungkiri, berbagai macam individu didalamnya, menjadikan berbagai permasalahan dan problematika bisa saja terjadi. Terlebih jika dalam masyarakat, terbagi kedalam beberapa bentuk, namun hal ini tidak akan dikupas tuntas. Pembahasan akan lebih menitik beratkan pada problematika masyarakat yang terjadi saat ini.

Pada hakikatnya, dakwah islam melalui pesan yang disampaikan, merupakan aktualisasi imani yang diwujudkan dalam suatu system kegiatan manusia beriman dalam bidang kemasyarakatan yang dilaksanakan manusia secara teratur agar cara berfikir, bersikap, dan merasa dapat dipengaruhi dalam rangka mengusahakan terwujudnya ajaran islam dalam segala segi kehidupan.

Dakwah islam senantiasa bergelut dengan segala realitas yang mengitarinya, yaitu permasalahan maupun perubahan yang terjadi pada masyarakat.

Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, perubahan sosial di Negara Indonesia terus berlangsung. Sampai saat ini, masalah dalam masyarakat yang harus dihadapi dakwah islam semakin kompleks, mulai dari berbagai masalah sosial, keagamaan, politik, ekonomi, hingga pendidikan.

Aktualisasi sistem dakwah selalu diiringi dengan serangkaian masalah yang kompleks. Pertama, ketika dakwah islam disampaikan dalam lingkungan masyarakat yang belum islam, pesan ( ajaran-ajaran islam) oleh masyarakat setempat dinilai asing dan dianggap pendatang. Kedua, bahwa pemilikan islam sebagai hasil kegiatan dakwah berjalan secara lambat atau malah sebaliknya. Ketiga, ketika perubahan sosial - budaya semakin kompleks, dakwah islam dihadapkan dengan keharusan memberikan jawaban jelas yang menyangkut kepentingan manusia dalam berbagai aspek kehidupan.

Masyarakat sebagai mad’u, selalu mengalami dinamika perubahan yang dapat menimbulkan dampak sosial maupun fisik. Dalam hal ini, pesan dakwahlah yang mengarahkan perubahan. Mengubah struktur masyarakat dan budaya dari kezaliman menjadi bentuk keadilan, kebodohan menuju kecerdasan/kemajuan, kemiskinan ke arah kesejahteraan/kemakmuran, keterbelakangan ke arah menuju kemajuan : sejarah membuktikan, kehadiran islam, terlebih pada masa rasul, dakwah mampu menggerakkan dan mengarahkan sosial - budaya ( masyarakat) secara mendasar sesuai dengan tingkat peradaban dan masalah yang terjadi saat itu. Kenyataan perubahan sosial yang terjadi belakangan ini sangat berbeda dengan perubahan yang pernah dilakukan rasul. Saat ini, perubahan diawali oleh kemajuan dalam bidang ilmu dan teknologi. Penerapan ilmu dan teknologi telah menjadi penggerak perubahan yang dilatarbelakangi oleh keinginan kebutuhan material. Aspek spiritual dan religius tidak menjadi ukuran untuk menentukan pembangunan suatu bangsa. Sehingga pertumbuhan ekonomi nyaris menjadi ideologi yang menentukan semua perilaku masyarakat.[3]

Ilmu pengetahuan yang bertujuan mencari kebenaran dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat, justru masih belum mampu menciptakan keadilan, bahkan semakin membentuk individualisme, materialisme, dan ketamakan yang membahayakan tata kemanusiaan. Contoh dalam bidang ekonomi, kesenjangan antara masyarakat kaya dan yang miskin semakin dalam karena ilmu ekonomi masih melahirkan keinginan tak terbatas manusia dalam memenuhi kebutuhan di satu pihak.

Perubahan sosial mengandung sejumlah konsekuensi perubahan sikap dan keadaan psikologis masing-masing individu, keluarga, dan masyarakat sebagai sasaran dakwah dalam menerima materi dakwah ( ajaran islam ). Masyarakat yang terlibat untuk bekerja di sektor industri mengakibatkan tidak memiliki waktu luang. Hingga mengakibatkan semakin longgarnya ikatan keluarga karena mobilitas vertikal anggota keluarganya.

Perubahan tatanan masyarakat, mulai diragukannya tata nilai lama dan masalah yang semakin kompleks yang dihadapi masyarakat, menimbulkan masalah tidak adanya hukum yang pasti dalam melindungi hak asasi manusia. Dalam perubahan masyarakat saat ini, penegakan rule of law lebih banyak sebagai tumpukan harapan daripada perwujudannya. Tugas dakwah islam disini sebagai penegak kepastian hokum dari ketidakpastian hokum asasi ini.

Saat ini juga masih banyak penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan. Dakiwah islam menghadapi masalah nyata, yaitu membebaskan kemiskinan. Kenyataan menunjukan, adanya masyarakat yang secara rela ataupun terpaksa mengorbankan akidah, ahlak, ataupun kehormatannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena pada dasarnya, jika basic need tidak dapat dipenuhi, maka sangat mudah bagi seseorang dipengaruhi oleh mereka yang mampu memenuhinya. Sudah pasti, kesempatan ini dimanfaatkan oleh kelompok nasrani lewat proses kristenisasi. Empat jalan yang dilalui kelompok nasrani dalam propagandanya. Pertama, jalur ekonomi, yaitu dengan pemanfaatan keadaan fakir seseorang. Kedua, jalur pendidikan. Ketiga, jalur pelayanan masyarakat. Keempat, jalur politik.

Nampaknya, hal yang menjadi garapan utama para pengembang dakwah saat ini adalah pembentukan dan pembinaan akidah salimah diiringi dengan penangan kebutuhan primer secara serius. Yang semuanya melalui pesan/ materi dakwah yang disampaikan kepada masyarakat. Hanya saja, dengan melihat perubahan sosial serta problematika yang semakin kompleks, swaat ini penyampaian materi dakwah ( ajaran-ajaran islam ) tidak cukup hanya dengan proses ceramah yang yang sering dilakukan dalam kegiatan pengajian-pengajian, tetapi juga butuh adanya campur tangan atau keterlibatan institusi atau lembaga-lembaga dakwah yang menampakkan adanya usaha untuk membebaskan umat dari ketergantungan kepada pihak lain, dalam bidang ekonomi, politik, pendidikan, dan bidang lainnya. Tapi yang paling penting adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran  mendalam. Sebagaimana hamba allah, yang akhirnya memiliki kepribadian kuat, sehingga sifat ketergantungan menjadi bisaa diatasi.

Kesimpulan

Setelah membahas tentang materi dan problematika masyarakat, kami dapat menyimpulkan bahwa, dalam proses dakwah yang disampaikan oleh da’i kepada mad’u pada intinya merupakan proses penyampaian nilai atau ajaran-ajaran islam, yang bertujuan untuk mengajak manusia pada jalan yang diridhai Allah serta mengubah perilaku mad,u agar dapat menerima ajaran-ajaran islam serta mewujudkannya dalam segala aspek kehidupan. Nilai-nilai atau ajaran islam yang disampaikan, secara umum dapat dibagi ke dalam tiga permasalahan, yaitu masalah Aqidah, Syariah, dan Akhlak, yang ketiganya bersumber dari Al-Quran dan Hadits, ataupun dari opini ulama.

Pada saat ini, zaman yang semakin dikendalikan oleh ilmu dan teknologi, juga di mana perubahan sosial semakin sering terjadi, dakwah dituntut untuk menyesuaikan dengan keadaan dan problematika masyarakat saat ini.

Aktualisasi sistem dakwah selalu berhadapan dengan serangkaian masalah yang kompleks. Mulai dari masalah ekonomi, pendidikan, politik, hukum, dan lainnya. Tugas dakwah islam mengembalikan segala masalah atau perubahan ke arah yang sesuai dengan agama islam. Hanya saja, dengan melihat keadaan saat ini, materi dakwah tidak lagi cukup dilakukan dengan cara ceramah-ceramah di berbagai kegiatan keagamaan. Namun juga butuh institusi atau lembaga yang ikut terlibat dalam menanamkan adanya usaha dalam mengembangkan dakwah dan membebaskan umat dari ketergantungannya kepada pihak lain.
1.    A. Pengertian Nasionalisme
Nasionalisme berasal dari kata ‘nation’ (Inggris) yang berarti bangsa.
Ada beberapa tokoh mengemukakan tentang pengertian Nasionalisme:
1. Menurut Ernest Renan: Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara.
2. Menurut Otto Bauar: Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan senasib.
3. Menurut Hans Kohn, Nasionalisme secara fundamental timbul dari adanya National Counciousness. Dengan perkataan lain nasionalisme adalah formalisasi (bentuk) dan rasionalisasi dari kesadaran nasional berbangsa dan bernegara sendiri. Dan kesadaran nasional inilah yang membentuk nation dalam arti politik, yaitu negara nasional.
4. Menurut L. Stoddard: Nasionalisme adalah suatu kepercayaan yang dimiliki oleh sebagian terbesar individu di mana mereka menyatakan rasa kebangsaan sebagai perasaan memiliki secara bersama di dalam suatu bangsa.
5. Selanjutnya menurut Louis Sneyder. Nasionalisme adalah hasil dari perpaduan faktor-faktor politik, ekonomi, sosial, dan intelektual.
    B. Pengertian Cinta tanah Air.
Menurut Badjoeri Widagdo, SH, MH, MBA. Cinta tanah air ialah perasaan cinta terhadap bangsa dan negaranya sendiri.Usaha membela bangsa dari serangan penjajahan.Dalam cinta tanah air terdapat nilai-nilai kepahlawanan ialah:Rela dengan sepenuh hati berkorban untuk bangsa dan Negara.
    C. Pengertian Bela Negara.
1. secara etimologi, bela Negara terdiri dari dua kata, yaitu bela dan Negara. Bela berarti berpihak terhadap sesuatu yang diiringi dengan tindakan (M. Dahlan, 1994: 32). Sedangkan Negara secara etimologi adalah suatu daerah atau wilayah yang ada dipermukaan bumi dimana terdapat pemerintahan yang mengatur ekonomi, politik, social, budaya, pertahanan keamanan, dan lain sebagainya. Jadi pengertian bela Negara secara etimologi adalah keberpihakan warga Negara untuk menjaga system pemerintahan ekonomi social, budaya dan sebagainya.
2. secara epistimologi, bela Negara berarti sikap dan perilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang unndang dasar 45 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan Negara. 
    D. Pengertian Integritas Tinggi.
Integritas untuk negara yang mana siswa mempunyai rasa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi terhadap negaranya serta mengetahui hak dan kewajiban sebagai warga Negara terhadap negaranya.
    E. Pengertian Rela berkorban.
Rela berarti bersedia dengan ikhlas hati,tidak mnengharapkan imbalan atau dengan kemauan sendiri. Berkorban berarti memberikan sesuatu yang dimiliki sekalipun menimbulkan penderitaan bagi dirinya sendiri. Jadi, Berkorban dalam kehidupan mesyarakat berati bersedia dengan ikhlas memberikan sesuatu (tenaga,harta,atau pemikiran) untuk kepentingan orang lain ataupun masyarakat walaupun akan menmbulkan penderitaan bagi dirinya sendiri.
Kita harus selalu mengembangkan semangat rela berkorban dalam kehidupan bermasyarakat, semangat rela berkorban dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara, misalnya sebagai berikut :
1. Ketika zaman penjajahan bangsa Indonesia mengalami penderitaan yang hebat dari penjajah. Penderitaan yang hebat ini melahirkan tekad untuk mengusir penjajah dari tanah air Indonesia untuk mewujudkan tekad itu bangsa Indonesia rela berkorban melawan penjajah. Semangat berjuang dan rela berkorban itu akhirnya membuahkan hasil Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.
2.  Orang tua merelakan putranya berjuang untuk bangsa dan negaranya sesuai dengan bidang dan kemampuannya.
2.    Pengertian Patriotisme
Patriotisme berasal dari kata Patriot, yang artinya adalah: pecinta dan pembela tanah air. Sedangkan Patriotisme maksudnya adalah semangat cinta tanah air. Pengertian Patriotisme adalah sikap Untuk selalu mencintai atau membela tanah air, seorang pejuang sejati, pejuang bangsa yang mempunyai semangat, sikap dan perilaku cinta tanah air, di mana ia sudi mengorbankan segala-galanya bahkan jiwa sekalipun demi kemajuan, kejayaan dan kemakmuran tanah air.
3.    Pengertian Integritas bangsa
Integritas nasional adalah identik dengan integritas bangsa yang mempunyai
pengertian “suatu proses penyatuan atau pembaruan berbagai aspek sosial budaya ke
dalam kesatuan wilayah dan pembentukan identitas nasional atau bangsa”.
Integritas nasional sebagai upaya atau proses pembauran berbagai aspek yang menjadi
ciri dan atribut bangsa harus dapat menjamin terwujudnya keselarasan, keserasian dan keseimbangan dalam mencapai tujuan bersama sebagai satu bangsa.
a. Keselarasan adalah keadaan yang menggambarkan suasana yang tertib, teratur,
aman dan damai sehingga akan timbul ketenteraman lahir dan batin.
b. Keserasian adalah keadaan yang menggambarkan terpadunya unsur-unsur yang
terlibat dalam kehidupan bersama. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku,
adat-istiadat, agama, bahasa (daerah) dan sebagainya. Keragaman itu diakui,
dihormati dengan penuh toleransi.
c. Keseimbangan adalah keadaan yang menggambarkan bahwa masing-masing unsur
yang terlibat dalam hidup bersama dalam hubungan bersama diperlukan dengan
sewajarnya. Pemahaman integrasi yang dianut oleh bangsa Indonesia bersumber dari pemikiran Mr. Soeparmo yang disampaikan di depan sidang BPUPKI pada tahun 1945. paham integralistik ini merupakan salah satu aliran teori tentang Negara.
Menurut aliran pikiran integralistik ini Negara dibentuk tidak untuk menjamin
kepentingan seseorang atau golongan, akan tetapi menjamin kepentingan masyarakat
seluruhnya sebagai persatuan.
Negara ialah suatu masyarakat yang integral, segala golongan, segala bagian, segala
anggotanya berhubungan erat satu sama lain dan merupakan persatuan masyarakat
yang organis. Hal terpenting dalam negara yang berdasarkan aliran pikiran integral
ialah bangsa seluruhnya.
Dari uraian Mr. Soeparmo di atas dapat dikemukakan bahwa di dalam masyarakat
yang integralistik , setiap anggota, warga, dan setiap golongan diakui dan dihormati
kehadiran dan keberadaannya (eksistensinya), diakui hak dan kewajiban serta
fungsinya masing-masing dalam mencapai tujuan bersama. Sebaliknya setiap warga
negara, setiap anggota, dan setiap golongan berkewajiban dan bertangungjawab atas
terlindunginya kepentingan, keselamatan, kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat
seluruhnya. Dengan integralistik atau kebersamaan, bangsa Indonesia percaya akan
dapat mendapati kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin.
Secara terinci ciri-ciri tata nilai integralistik menurut Suprapto (1994) adalah sebagai
berikut:
a. Bagian atau golongan yang terlibat berhubungan erat merupakan kesatuan organis.
b. Eksistensi setiap unsur hanya berarti dalam hubungannya dengan keseluruhan.
    Masing-masing anggota bagian, golongan memiliki tempat dan kewajiban
   (dharma) sendiri-sendiri merupakan persatuan hidup.
c. Tidak terjadinya situasi yang memihak pada golongan yang kuat atau yang
    penting.
d. Tidak terjadi dominasi mayoritas dan tirani minoritas.
e. Tidak memberi tempat bagi paham individualisme, liberalisme dan totalisme.
f. Mengutamakan keselamatan maupun kesejahteraan, kebahagiaan bagi seluruh
    bangsa dan negara.
g. Mengutamakan penunaian kewajiban dari pada penuntutan pada hak-hak dan
   pribadi/golongan.
h. Mengutamakan upaya memadu pendapat dari pada mencari menang sendiri.
i. Disemangati kerukunan, keutuhan, persatuan, kebersamaan, setia kawan, dan
   gotong royong.
j. Saling menolong, membantu, dan bekerjasama.
k. Berdasarkan kasih saying, pengorbanan, pria dan wanita, individu dan masyarakat
    serta lingkungan.
Integrasi nasional dapat dipahami dari dua segi yaitu (1) integrasi nasional secara
vertical dan (2) integrasi nasional secara horizontal. Integrasi nasional secara vertical
membahas bagaimana mempersatukan pemerintah nasional dengan rakyatnya, yang
tersebar dalam daerah yang luas. Ini berarti kepemimpinan yang kuat harus dapat
mempersatukan kepemimpinan nasional dan kepemimpinan di tingkat daerah-daerah.
Sedang integrasi nasional secara horizontal membahas bagaimana mempersatukan
rakyat yang majemuk, hidup dalam berbagai golongan primordial yang beraneka
ragam nilai lembaga serta adat kebiasaannya, sehingga merasa bagian dari satu bangsa
yang sama.

4.    Pengertian Perilaku Berbudi Luhur
Budi atau buddha adalah akal. Dalam konteks budi pekerti luhur, agaknya budi juga berarti mental. Maka manusia berbudi pekerti luhur, meminjam istilah Prof.Mattulada, adalah manusia yang “seluruh kapasitas mentalnya” sudah berkembang matang, setidaknya mencakup akal, iman, rasa dan karsa.
Manusia berbudi luhur adalah manusia yang akalnya tinggi (berilmu pengetahuan), berkeyakinan kepada Tuhan, berperasaan halus, selalu beriktikad baik dan kreatif. Lebih dari itu manusia yang manusiawi adalah manusia yang mengerti sopan-santun (berbudaya) dan berkepribadian.
5.    Bapak: Padang (minang)   Ibu: Batak
Anak mereka menikah dengan suku jawa
Cucu tinggal di Bandung. Cucu mempunyai suku apa?
a.    Patrilineal adalah suatu adat masyarakat yang mengatur alur keturunan berasal dari pihak ayah. Patrilineal berasal dari dua kata, yaitu pater (bahasa Latin) yang berarti "ayah", dan linea (bahasa Latin) yang berarti "garis". Jadi, "patrilineal" berarti mengikuti "garis keturunan yang ditarik dari pihak ayah". (Batak)
b.    Matrilineal adalah suatu adat masyarakat yang mengatur alur keturunan berasal dari pihak ibu. Matrilineal berasal dari dua kata, yaitu mater (bahasa Latin) yang berarti "ibu", dan linea (bahasa Latin) yang berarti "garis". Jadi, "matrilineal" berarti mengikuti "garis keturunan yang ditarik dari pihak ibu". (Minang)
Kakek neneknya dia dari pihak ibu menganggap dia cucu dari orang tua Bapaknya. Sementara Orang tua Bapaknya menganggap dia cucu dari Orang tua Ibunya. Jadi si cucu tidak mewarisi suku batak maupun suku minang. Si cucu mengikuti suku jawa karena ibunya berasal dari suku jawa.
6.    Definisi Bangsa Indonesia Sebagaimana yang tertulis dalam makalah Ruwaidah dari Universitas Gunadarma,
“Bangsa ialah orang-orang yang memiliki kesamaan Asal keturunan, Adat, Bahasa, Sejarah serta,Pemerintah sendiri”
Bangsa ialah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi dan mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai suatu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah yang memiliki unsur sebagai berikut:Satu kesatuan bahasa,Satu kesatuan daerah,Satu kesatuan ekonomi,Satu kesatuan hubungan ekonomi,Satu kesatuan jiwa yang terlukis dalam kesatuan budaya.  Bangsa merupakan suatu asas kerohanian yang timbul dari,Kemuliaan bersama di waktu lampau, Keinginan untuk hidup bersama di waktu sekarang yang merupakan aspek solidaritas
Jadi, bangsa Indonesia adalah sekelompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia. Di Indonesia proses menjadi suatu negara telah dimulai sejak proklamasi 17 Agustus 1945,dan terjadinya negara Indonesia merupakan suatu proses atau rangkaian tahapnya yang berkesinambungan. Dengan demikian,sekalipun pemerintah belum terbentuk bahkan hukum dasarnya pun belum disahkan, bangsa Indonesia beranggapan bahwa Negara Republik Indonesia sudah ada sejak kemerdekaannya diproklamasikan.
7.    Seorang TKW Arab Saudi hamil dan melahirkan anak dari hasil hubungan dengan anak majikannya, maka anak dari P, TKW asal Blitar adalah berkewarganegaraan Indonesia
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.
Bab II
perihal warga Negara Indonesia
“Warga Negara Indonesia adalah”
pasal 4
poin g. Yang berbunyi :
“anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu seorang Warga Negara Indonesia”
Maka kewarganegaraan anak tersebut adalah Berstatus Warga Negara Indonesia.
8.    Jelaskan system demokrasi pemilu di Indonesia dari sisi filosofi, psikologis dan sosiologi! CICED (1998) mengadopsi konsep demokrasi sebagai berikut.
“Democracy which is conceptually perceived a frame of thought of having the public govermance from the people,by the people has been universally accepted as paramount ideal, norm, social system, as well as individual knowledge,attitudes,and behavior needed to be contextually substantiated, cherished, and developer”

Di sini demokrasi yang secara konseptual dipandang sebagai kerangka berpikir dalam melakukan pengaturan urusan umum atas dasar prinsip dari ,oleh dan untuk rakyat diterima baik sebagai ide ,norma,dan sistem sosial maupun sebagai wawasan,sikap,dan perilaku individual yang secara kontekstual diwujudkan,dipelihara,dan dikembangkan. Apa yang dikemukakan oleh CICED (1999) tersebut konsep demokrasi dilihat sebagai konsep yang bersifat multidimensional yakni  :
•    secara filosofis demokrasi sebagai ide,norma,prinsip,
•    secara sosiologis sebagai sistem sosial, dan
•    secara psikologis sebagai wawasan,sikap,dan prilaku individu dalam hidup
bermasyarakat.
9.    Makna demokrasi berdasarkan pilar demokrasi USIS:1995 tentang pluralisme, toleransi dan pragmatisme dalam demokrasi.

Demokrasi sebagai nilai pragmatis adalah demokrasi perlu direalisasikan menjadi sikap maupun tindakan dalam segala  bidang kehidupan. Dengan kata lain, demokrasi harus menjadi kerja nyata dengan hasil yang nyata pula.
Demokrasi konstitusional adalah sebuah gagasan bahwa pemerintah merupakan aktivitas yang diselenggarakan atas nama rakyat, tunduk pada pembatasan konstitusi, agar kekuasaan tidak disalah gunakan oleh pemegang kekuasaan.
Demokrasi sebagai nilai pluralisme memiliki arti bahwa setiap warga negara tidak peduli berbeda suku, agama atau politik mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam menjalankan kekuasaan demokrasi namun tetap dalam koridor hukum yang berlaku.
Demokrasi Pluralisme yaitu demokrasi yang berarti mengakui adanya keragaman atau eksistensi yang berbeda-beda. Dalam bahasa Ahmad F. Fanani, Pluralisme  adalah sebuah pengakuan akan hukum Tuhan yang menciptakan manusia yang tidak hanya terdiri dari satu kelompok, suku, warna kulit, dan agama saja Dengan demikian, pluralisme merupakan ruh dari demokrasi yang mengakui adanya perbedaan. Disisi lain, pluralisme juga memberikan suatu arahan tentang bagaimana memahami suatu kebenaran mutlak yang disandingkan dengan realitas teologis yang bermacam-macam yang termanifestasi dalam agama-agama.

10.    Pilar demokrasi Indonesia yang  berdasarkan “rule of law” kecerdasan dan kemakmuran
a. Role of law
Pilar demokrasi berdasarkan penegakan Hukum di Indonesia dijabarkan formal di dalam pasal-pasal UUD 1945, yaitu : (1) Negara Indonesia adalah negara hukum (pasal 1 ayat 3); (2) Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan (pasal 24 ayat 1); (3) Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya (pasal 27 ayat 1); (4) Dalam Bab X A tentang Hak Asasi Manusia, memuat 10 pasal, antara lain bahwa setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum (pasal 28 D ayat 1); (5) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja (pasal 28 D ayat 2).
b. Kecerdasan
dalam Pembukaan undang- Undang Dasar 1945 alinea 4 yang berbunyi :
” Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”
juga pada BAB XIII  tentang PENDIDIKAN Pasal 31 ayat (1) yang berbunyi
”Tiap-tiap Warga negara berhak mendapat pengajaran”.
Tampak jelas bahwa pendidikan dalam rangka mencerdasakan seluruh bangsa Indonesia menjadi prioritas pemerintah, baik kecerdasan sains, ilmiah, berpolitik dan bersosial.
menurut Agus Hamonangan (2009 : kompas)
”Demokrasi membutuhkan perawatan politik pedagogi: mengajar rakyat untuk merdeka  dalam berpikir agar merdeka memutuskan pilihan. Ideal politik inilah yang diupayakan Sutan Sjahrir sebagai inti dari perjuangan kita, yakni bukan semata-mata perjuangan demi kedaulatan negara atau demi cita-cita bangsa, melainkan demi kemerdekaan jiwa manusia. Pedagogi politik Sjahrir adalah pedagogi kemanusiaan universal: pendidikan kewarganegaraan untuk membantu rakyat keluar dari kolonialisme, fasisme, dan feodalisme”
c. Kemakmuran
secara tertulis, kemakmuran dalam pembukaan  undang - undang dasar 1945 alinea 2 ’Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”
Juga dalam BAB XIV tentang  KESEJAHTERAAN SOSIAL  Pasal 33 ayat (3)
”Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”
dari sudut pandang prakteknya di lapangan, kemakmuran sebagai salah satu pilar demokrasi sebagaimana salah satu pernyataan Gubernur BI, Boediono, pada pidatonya di acara pengukuhan guru besar di salah satu Universitas Negeri yang menyatakan bahwa demokrasi di Indonesia baru dapat berjalan bila income per capita trelah mencapai US 6000
dibantah Soegeng Sarjadi dalam suatu forum, salah satu pakar ekonomi dan politik Indonesia, Sejak awal Pak Soegeng berpendapat bahwa menurutnya tidak ada korelasi yang terlalu erat antara jalannya sebuah demokrasi dengan tingkat kemakmuran rakyat. Karena bila demokrasi baru berjalan setelah dicapainya income per capita pada level tertentu (apalagi bila telah dipatok pada suatu nominal) maka dapat mengindikasikan bahwa demokrasi hanya menjadi milik dan hak orang yang telah makmur (orang kaya) saja. Inilah yang dikhawatirkan beliau dapat memberi pengertian yang mislead kepada masyarakat.
Menurut pendapatnya, semestinya demokrasi tidak dapat dihubungkan dengan tingkat kemakmuran, apalagi sekedar dalam skala lebih sempit berupa hitung-hitungan income per capita. Namun demokrasi memiliki kaitan erat dengan kebijakan ekonomi yang diambil dan dijalankan dengan benar, yaitu kebijakan-kebijakan ekonomi yang selalu berpihak pada rakyat.
11.    Empat pilar konsep HAM universal:
    1. Hak pribadi : hak-hak persamaan hidup, kebebasan, keamanan, dll.
Hak asasi pribadi / personal Right:
- Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pndah tempa
- Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat
- Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan
- Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan    kepercayaan yang diyakini masing-masing
    2. Hak milik pribadi dalm kelompok social dimana ia ikut serta.
Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right:
- Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan
- Hak mendapatkan pengajaran
- Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat.
    3. Kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan.
Hak asasi politik / Political Right:
- Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan
- hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan
- Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik lainnya
- Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi
Hak azasi hukum / Legal Equality Right:
- Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan
- Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns
- Hak mendapat layanan dan perlindungan hokum
    4. Hak-hak berkenaan dengan masalah social.
Hak azasi Ekonomi / Property Rigths:
- Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli
- Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak
- Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutang-piutang, dll
- Hak kebebasan untuk memiliki susuatu
- Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak
Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights:
- Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan
- Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan dan penyelidikan di mata hukum.
12.    Perbedaan HAM universal absolute dan HAM universal relative:
HAM universal absolut:
Pandangan ini melihat HAM sebagai nilai-nilai universal sebagaimana
dirumuskan dalam dokumen-dokumen HAM internasional, seperti the
international Bill of Human Rights. Penganut pendangan ini adalah Negara-
negara maju. Sebagai contoh dalam pernyataan summar of Bangkok NGO
Declaration yang menyatakan “ hak-hak asasi manusia menjadi perhatian dan
baerharga serta bersifat universal, pembelaan hak-hak asasi manusia tidak dapat
dianggap sebagai pelanggaran atas kedaulatan nasional”.

HAM universal relative:
Pandangan ini melihat persoalan HAM sebagai masalah universal. Namun
demikian, perkecualian dan pembatasan yang didasarkan atas asas-asas hukum
nasional tetap diakui keberadaanya. Sebagai contoh, ketentuan yang diatur
dalam pasal 29 ayat 2 universal declaration of human right (UDHR) yang
menegaskan bahwa: “penerapan hal-hal dan kebebasannya, setiap orang
dihadapkan pada suatu batasan-batasan tertentu yang ditentukan oleh hukum
yang bertujuan untuk melindungi penghargaan dan penghormatan terhadap
hak-hak dan kebebasaan orang lain dan memenuhi syarat-syarat yang adil dari
segi moral, norma masyarakat, dan kerjasama umum dalam masyarakat
demokrasi”.
13.    Pandangan dan sikap Bangsa Indonesia terhadap HAM:
Pandangan hidup dan kepribadian bangsa Indonesiasebagai kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, menempatkan manusia dalm keluhuran harkat dan martabat makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan kesadaran mengemban kodratnya sebagai makhluk pribai dan juga makhluk social, sebagai mana tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Bangsa Indonesia menghormati setiap upaya suatu bangsa untuk menjabarkan dan mengatur hak asasi manusia sesuai dengan system nilai dan pandangan hidup masing-masing. Bangsa Indonesia menjunjung tinggi dan menerapkan hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa.
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Bangsa Indonesia bertekad melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,dan keadilan social yang pada hakikatnya merupakan kewajiban setiap bangsa, sehingga bangsa Indonesia berpandangan bahwa hak asasi manusia tidak terpisahkan dari kewajibannya.
Pandangan dan sikap mengenai hak asasi manusia dalm diri bangsa Indonesia bersumber dari ajaran agama, nilai moral universal, nilai luhur budaya bangsa, serta berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. bangsa Indonesia sebagai anggota PBB mempunyai tanggung jawab untuk menghormati Universal Declaration of Human Right dan berbagai instrument lainnya tentang Hak Asasi Manusia. 
14.    HAM di Indonesia diatur dalam:
1.    Pancasila.
2.    Pembukaan UUD 1945.
3.    Batang tubuh UUD 1945 pasal 28: Kemerdekaan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. Kemudian dalam pasal 28A-28J dijabarkan mengenai hak asasi manusia itu sendiri.
4.    TAP MPR no XVII/MPR/1998 tentang HAM:
Pasal 1
Menugaskan kepada Lembaga-lembaga Tinggi Negara dan seluruh Aparatur Pemerintah, untuk menghormati, menegakkan dan menyebarluaskan pemahaman mengenai hak asasi manusia kepada seluruh masyarakat.
Pasal 2
Menugaskan kepada Presiden Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk meratifikasi berbagai instrumen Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak asasi Manusia, sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Pasal 3
Penghormatan, penegakan, dan penyebarluasan hak asasi manusia oleh masyarakat dilaksanakan melalui gerakan kemasyarakatan atas dasar kesadaran dan tanggung jawabnya sebagai warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Pasal 4
Pelaksanaan penyuluhan, pengkajian, pemantauan, penelitian dan mediasi tentang hak asasi manusia, dilakukan oleh suatu komisi nasional hak asasi manusia yang ditetapkan dengan Undang-undang.
Pasal 5
Untuk dapat memperoleh kebulatan hubungan yang menyeluruh maka sistematika naskah Hak Asasi Manusia disusun sebagai berikut :
PANDANGAN DAN SIKAP BANGSA INDONESIA TERHADAP HAK ASASI MANUSIA PIAGAM HAK ASASI MANUSIA
5.    Undang-Undang no.39 tahun 1999 tentang HAM
Dalam BAB I dijabarkan mengenai ketentuan umum, BAB II mengenai asas-asas dasar, BAB III mengenai Hak Asasi Manusia dan Kebebasan dasar manusia, BAB IV mengenai kewajiban dasar manusia, BAB V mengenai kewajiban dan tanggung jawab pemerintah, BAB VI mengenai Pembatasan dan Larangan, BAB VII mengenai Komisi Nasional HAk Asasi Manusia, BAB VIII mengenai partisipasi masyarakat, BAB IX pengadilan HAM, BAB X mengenai ketentuan peralihan, dan BAB XI mengenai ketentuan penutup.
6.    Undang-Undang no.26 tahun 2000
Dalam BAB I dijabarkan mengenai ketentuan umum, BAB II mengenai kedudukan dan tempat kedudukan pengadilan HAM, BAB III mengenai lingkup kewenangan, BAB IV mengenai hokum acara, BAB V mengenai perlindungan korban dan saksi, BAB V mengenai kompensasi, restitusi, dan rehabilitasi, BAB VI mengenai ketentuan pidana, BAB VII mengenai ketentuan pidana, BAB VIII mengenai Pengadilan HAM AD HOC, BAB IX mengenai ketentuan peralihan, dan BAB X mengenai ketentuan penutup.
7.    Undang-Undang No.5 tahun 1998 tentang pengesahan konvensi menentang penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat manusia.
8.    Keppress RI No.50 tahun 1993 tentang KOMNAS HAM.
9.    Keppress RI No. 181 tahun  1998 tentang anti kekerasan terhadap perempuan.
10.    Undang-Undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
11.    Undang-Undang No.23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.
15.    Contoh pelanggaran HAM berat, sedang, ringan:
•    Salah satu contoh pelanggaran HAM berat adalah aksi pengeboman di Bali yang telah menewaskan banyak orang. Meski apa yang mereka lakukan bertujuan untuk membela agama mereka, tetap saja hal tersebut telah melanggar hak asasi orang lain. Mereka telah merebut hak paling dasar sebagai manusia, yaitu hak untuk hidup. Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang No.26 tahun 2000 pasal 7 yaitu pelanggaran hak asasi manusia yang berat meliputi: a.) kejahatan genosida, b.) kejahatan terhadap kemanusiaan. Dalam pasal 8 dijelaskan bahwa yang dimaksud kejahatan genosida adalah setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, kelompok agama, dengan cara:
a.    membunuh anggota kelompok;
b.    mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota-anggota kelompok;
c.    menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang akan mengakibatkan kemusnahan secara fisik baik seluruh atau sebagiannya;
d.    memaksakan tindakan-tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompok; atau memindahkan secara paksa anak-anak dan kelompok tertentu ke kelompok lain.
Berdasarkan keterangan di atas, jelaslah bahwa peristiwa bom Bali termasuk pelanggaran HAM berat.
•    Salah satu contoh pelanggaran HAM sedang adalah Orang tua yang memaksakan kehendaknya agar anaknya masuk pada suatu jurusan tertentu dalam kuliahnya merupakan pelanggaran HAM terhadap anak, sehingga seorang anak tidak bisa memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Dalam Undang-Undang no.39 tahun 1999 tentang HAM Pasal 12 :Setiap orang berhak atas perlindungan bagi pengembangan pribadinya, untuk memperoleh pendidikan, mencerdaskan dirinya, dan meningkatkan kualitas hidupnya agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, bertanggung jawab, berakhlak mulia, bahagia, dan sejahttera sesuai dengan hak asasi manusia. Dalam pasal yang lain, Pasal 13 menyebutkan bahwa setiap orang berhak untuk mengembangkan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya sesuai dengan martabat manusia demi kesejahteraan pribadinya, bangsa, dan umat manusia.
Karena itu, pemaksaan dalam pemilihan jurusan untuk kuliah termasuk pelanggaran HAM karena menghambat seorang anak untuk mengembangkan pribadinya. Seringkali anak tersebut tidak dapat mengembangkan dirinya secara maksimal karena tidak ada rasa tertarik akan jurusan yang diambilnya.
•    Salah satu contoh pelanggaran HAM ringan adalah seseorang mendengarkan musik terlalu keras sehingga menggangu tetangga yang lain. Jika melihat BAB III mengenai Hak Asasi Manusia dan Kebebasan dasar manusia Undang-Undang no.39 tahun 1999, pasal 9 point ke-2:     Setiap orang berhak hidup tentram, aman, damai, bahagia, sejahtera lahir dan batin, maka mendengarkan musik terlalu keras hingga menggangu tetangga merupakan pelanggaran HAM. Musik yang terlalu keras membuat para tetangga merasa tidak tentram dan damai.












Makalah kewarganegaraan

Sebagai bahan pertimbangan nilai Ujian Tengah Semester


Gustaf Wijaya    092154025
Tomy Priyo Utomo    092154226
Azimatul Fauziah    092154237




Kewarganegaraan B 09

Jurusan Sastra Inggris
Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas Negeri Surabaya
author
Gostaff
Penikmat kopi arabica yang suka rak buku dan seisinya