AddToAny

Yeay, terlahir bulan Desember membuat saya merasa seakan - akan Linkin Park 1 dekade yang lalu mungkin menuliskan lagu untuk saya, "This is My December". Yap, saya berumur 24 terhitung kamis kemarin, umur yang sudah sangat dekat dengan sunnah Rosul (baca:nikah bro).

Banyak hal berubah, tanpa terasa sudah saya jalani 5,5 tahun terpisah dengan keluarga di Trenggalek, 1 tahun lepas dari SSC dan 10 bulan di Coffindo Surabaya, also, 2,2 tahun pacaran dengan Fina.

A photo posted by Gustaf Wijaya (@gostaff) on



Terimakasih Ibu buat smsnya siang bolong mengingatkan kalau saya lahir di siang hari.
Terimakasih Ibu Er buat telponya (siang bolong juga)
Terimakasih Lady buat Cake, Gurame dan Kepitingnya, Nyummmy sampe perut full tank
Terimakasih eks- muridku : Nina, Fauzul, be nice girl yah
Terimakasih my MT 3 team.
Terimakasih kawan. Love you All.






Hai Blogger, hampir 5 bulan saya tidak memporting apa - apa di blog saya ini, memalukan *eh Memilukan* disadari atau tidak keinginan untuk mengemas suatu momen dalam jejaring online saat ini sudah terpenuhi melalui instagram. Sesuatu yang sama sekali effortless. Klik, crop done! But, hai Blogger, sometimes I miss you that much.

____________________



Yak, momen ramadhan selalu tidak lepas dengan buka bersama. Terhitung hampir 10 kali saya buka bersama bulan ini -.-a sok sibuk kali
Foto kiri ke kanan : Argo - Indra - Anggun MP - Hakim - Aziz (berdiri)

Yap, 7 tahun berlalu dan kami masih berkomunikasi baik. Masa SMA memang menjadi masa dimana hati dalam persahabatan terrikat erat. Banyak hal berlalu dan berubah, satu hal yang terselamatkan untuk mengenang kenakalan kami terbungkus rapi di ipaenam2006.blogspot.com,sebuah blog yang sengaja saya buat untuk menyimpan kenangan kami. It's works  
Jadi kami ke Jogja, dengan tujuan menghadiri nikahan rekan kantor cabang Jogja 
taraaa : 


Yak, thanks to (again) Anang (tempatbikinkaos.com) dan istri buat tumpangan menginap setengah malamnya. 

Kami merapat ke Tugu Jogja, 50 meter selatan Tugu Jogja, terdapat sebuah Coffee Shop : 
The Beans Lab 

Cafe ini dirancang untuk mengedukasi pengunjungnya agar lebih kenal jauh dengan dunia kopi mulai dari biji hingga tetes terakhir kopi yang ia pesan. 

Pas gandeng sama BRI Mangkubumi 

Saya- Mas Bayu (Barista) - Mas Alang (Barista) - Rini dan Kak Yuli (Beloved Partner) + Udhe (Pacar Rini, yg ambil gambar)

atas saran Mas Alang, kami ke EPIC, taraa...


Disini jual furniture sambil jual kopi brooo



tuh, jualan mebel kan.hahaha


Udhe Pesen Papua Wamena pake chemex 










salah satu sudut di EPIC 

La Marzocco inside


Kanan Rini - Kiri Udhe, Tengah : mas prapto


Menghabiskan senja di Malioboro
Lain Waktu kita bertemu lagi Anang, Anggun, Team Jogja dan Jogja-nyaa 

Sesaat saya lewat Kantor Pos Gubernur Suryo, ada pemandangan yang menggelitik. Beberapa anak berpakaian seragam sekolah (yang saya yakini SD) bermain laptop seru, bercengkerama layaknya orang dewasa yang membicarakan bisnis di kedai kopi.

Ya, itulah potret hari ini, kita tidak bisa bilang itu salah dan harus diakui jaman sudah berubah. Ketika saya SD, Coffee Shop belum ada. Warung Kopi banyak dan itu pasti hanya untuk pria dewasa sekalipun tidak ada konten pornonya.

Jaman saya SD, nongkrong di sawah, main bola di lapangan, nonton Voli sambil makan pentol, mandi di sungai, main layangan sampai legam, done. Kami tidak kenal nongkrong, terlalu tabu.

Perkembangan Jaman memaksa mereka "dewasa" lebih dini, kasihan.

Yang jelas, saya recommend untuk Coffee Toffee sebelah taman Apsari ini. Letaknya persis di tengah kota Surabaya. Dekat dengan pusat keramaian, dengan fasilitas yang memadai dan standart kopi yang cukup baik. Wifi juga bagus, (si empunya memberi pasword sesuai dengan menu special mereka hari itu, misal caramelatte atau torajakalosi). Tak heran jika anak SD pun betah (mungkin untuk download Naruto, hihi)

Choco 7500

Kopi Item 5000

Origin Papua 9000 

Bongkar 

Jeroan

Handy

Coffee 5000 

Saya Kira, Zangrandi itu sudah paling tua, ternyata ada yang lebih tua, di jalan dekat istiqlal. Diajak @okyardianto "ngicipi" toko es krim tertua di Jakarta. Alhamdulillah, dunia ini indah, jika punya teman yang baik hatinya dimana - mana.

11 Menit jika jalan kaki dari tengah monas *ngapain


ini beberapa foto yang saya perlu bagikan dengan teman sejawat semua : 

Ini tampak depan, ada pak jual sate ayam kalau malam

#akurapopo

MURI Toko Es Krim Tertua 

Harganya saya juga foto

Rasa? ya begitulah, ndak jauh beda dengan Zangrandi, saya tidak bisa menilai taste makanan terlalu detail karena bukan Pak Bondan. Buat saya selama makanan itu tidak pedas = enak. 
Oh ya, Jangan lupa coba es krim spagettinya di situ ya..

Salam Dingin,
@gostaff


28 Februari 2014, hari terakhir saya training di Jakarta. Pastinya saya kontak yang punya Jakarta, sodara sedarah Trenggalek @okyardianto . Selama di Jakarta, mas Oky ini yang ngajak saya muter-muter kemana - mana, dari coffee shop sampai blusukan di Cibubur. (momentnya banyak, saya kuwalahan mau nulis yang mana dulu mas, suer) 

Gayung bersambut kafilah berlalu, mas Oky BBM saya, ngajak jalan. Seperti biasa, bertemu di depan Setiabudi Building, ternyata pas jalan saya dikasih tahu, kita cus ke Kemayoran, PRJ. 

"Java Jazz"
"Lho ada ta??" 

Kiri saya, Kanan Mas Okky

Ya salam, yang biasa cuma lihat beritanya di koran/TV, ini saya pegang tiketnya, thanks to Garuda Indonesia. Kebetulan hari itu hari pertama.

Yang kita cari malam itu 2 penampilan : Maliq and D'essential dan Tohpati. Maklum, pengetahuan Jazz kami tidak terlalu nge-Jazz se nge-Jazz pecinta dan penikmat Jazz. Ada penyanyi tambun dari luar negeri nyanyi menggebu-gebu malah saya bilang Bu Suryo (penjual nasi pecel selatan perempatan Kauman, yang rumahnya Trenggalek tahu itu, ibu ini tambun). 

Tohpati ternyata tampil sebelum Maliq, kami masuk dan duduk manis, menikmati Tohpati main "semusim". Foto ini yang tak terlupa, jika anda lihat video Tohpati di dibawahnya, kami disitu kawan :) 




Maliq
Seperti biasa, nonton Maliq tapi nggak bawa pacar itu aneh, kok aneh, 
"mau kah kau tuk, menjadi pilihankuu, menjadi yang terakhir dalam hidupku" 
(pas di Javajazz saya lirik mas Oky)
(pas di sby saya lirik Tomy)

"Bila memang, ku yang harus mengerti, mengapa, cintamu tak dapat ku miliki, salahkah ku bila, kaulah yang ada di hatiku"
(pas di Javajazz saya lirik mas Oky)
(pas di sby saya lirik Tomy)

"terasa berbeda, saat bersamanya, aku jatuh cinta, diaaa, ohh, seperti apa yang slalu ku nantikan"
lalu aku lirik mas Oky lagi -.-" 
kalau di sby, aku lirik Tomy

"Ku denganmu , selalu, menjadi pertanyaan, tanpa sebuah jawaban, tentang kita, dirimu dan aku,, tlah banyak buang waktu,.."
aku lirik mas Oky lagi
aku lihat sekeliling berpasangan lagi gandengan semua, jadi bingungkan mau gandeng tangan mas Okky apa enggak -.-"

....ya selanjutnya bisa dibayangkan, kecuali Drama Romantika, lagu Maliq mana yang enggak enak buat nggombal sama pacar?? tapi si mas Oky ini, tampak gagah dan keren di luar, tampak bergoyang non-stop kena musiknya maliq, baru tahu saya. Berkesan banget lah, tengah malam los joged sama wakil ketua Honda Vario Club Jakarta. Toop daah. Alhamdulillah  


Sesi Foto
Setelah acara, kami ke food court.. ternyata di situ, ada Lale dan Indra Lesmana, kami berfikir keras dan muter-muter di sekitarnya 78,9 kali baru berani minta foto (duh,ndesoe broo, | Trenggalek ndeso kok, wajar)

Nah, 1 Bang Indra Lesmana dapet, dia koment, "kok pake batik"
"baru pulang kerja baang" jawab kami kompak 

Mas Okky protes, pas giliran dia foto blur



Ngedusel bang Lale

Ada bang Jawa tapi nggak ikut pose pas ini




di Photobooth Java Jazz 2014  

Mas Okky dengan Maliq,
Mas Oky protes foto ngeblur lagi giliran dia,
hahaha, sori mas, ini faktor iman kita sebenarnya :P

Demikian, sampai subuh kami baru pulang, besok Jam 11 saya sudah di Cengkareng, jam 2 sudah di Surabaya. Terima kasih Jakarta, terima kasih mas Oky, Terima Kasih ya Allah. 
@gostaff


Saya seorang yang suka mengajar. Saat masih SMP , pada sebuah form saat mengikuti lomba, saya tuliskan dengan penuh kesadaran : cita-cita: Dosen. Gurunya para guru. Dan bagi saya, hari ini mungkin saya punya cita-cita baru. Soal cita-cita, kapan-kapan saya cerita.

Foto bersama anak-anak ssc rungkut, kelas terakhir yang saya ajar


Nah, itu tadi intro nya,
Anggap saja ini laporan saya tentang apa saja yang saya lakukan di Medan.
Ada yang suka friends with benefits? Justin Timberlake pernah nyanyi ini saat mencumbu si Kunis : “evey new beginning comes from some others beginning end”. Heiyah! Jangan dibayangin cumbuannya, tapi resapi maknanya. Bahwa harus ada yang dikorbankan dan ditinggalkan untuk sesuatu yang baru.

Yak, seperti post saya sebelumnya, saya ke Medan. Kota terbesar ketiga di Indonesia. Kesan pertama yang saya dapat adalah, ini kota yang maju, modern, keren, dan pedas. Kata terakhir membuat mulut saya ndower selama dua minggu di sana (sariawan, saya tidak bisa makan pedas sejak bayi).

Beberapa hal yang saya terima dari omongan orang sebelum ke Medan dan terbukti adalah;

Januari 2014 ternyata menjadi bulan terakhir saya menjadi bagian dari Sony Sugema College. Tepat 3 tahun sejak saya bergabung pada Januari 2011. Bukan dipecat, Bukan pula membangkang, murni karena saya ingin mencari ilmu baru, selagi masih muda.

Terimakasih untuk Bapak saya di SSC, Pak Wahyu Hunter. Saat kuliah semester 3, saya masuk ssc pertama kali dan beliau lah yang memberi banyak masukan tetag bagaimana cara mengendalikan anak SMP dan segala tingkah lakunya.

Terimakasih pula buat teman sejawat. 
Tahun 2013 adalah tahun yang sangat berkesan bagi saya. Mugkin anda juga merasakan yang sama?

Januari
Mengawali tahun dengn cara yang menarik, Rafting

Februari 
Jumlah keluarga kami bertambah, Zulmi (yang kemudian namanya dengan secepat kulat berganti menjadi Hilmi) lahir di RS Muhammadiayh Gresik dengan ukuran super jumbo

Maret 

April
Berbagi tips menyimpan buku, setelah sekian lama (alah) akhirnya pada bulan in koleksi buku saya sudah lebih dari 100 judul buku!! ganbatte

Mei
trip singkat, berangkat bawa tas, pulang bawa kursi roda, buat bunda @himahimee -Thanks berniaga.com

di akhir bulan, kita kedatangan tamu dari Jogja, Mbak Sri, penderita paraplegia yang melakukan tour Jawa-Bali dengan sepeda motor roda tiga.

Juni
Saya Sidang Skripsi, menjadi linguisti pertama yang sidang, dan AB, lumayan, syukur alhamdulillah untuk sebuah skripsi dengan modal dengkul dan tidak menyentuh perpustakaan sama sekali selama pengerjaannya. (all based on e-book)

Juli
Saya (sementara itu) lulus S1.
Karena mengurus yudisium sama sulitnya dengan mengurus jamkesmas, maka saya berinisiatif untuk membuat alur yudisium di UNESA  Saya tidak ingin membuat teman saya kebingungan mengurusnya seperti saya. Titik!

Agustus

September
Bikin puisi, intinya aku kangen Tomy Priyo Utomo pas itu  we love you brad
Bulan ini pula saya bekerja sebagai reporter di Surabaya Post

Oktober
lalu keluar dari Surabaya Post

November

Desember
Umur saya 23. Sudah S1. dan Sahabat saya Nang Ali Hussein telah menikah 

yap. demikian 2013 saya, mengawali tahun dengan bobot 50kg dan mengakhirinya dengan boto yang sama pula. yap yap diet saya mungkin terlalu ketat.

salam hangat
@gostaff

author
Gostaff
Penikmat kopi arabica yang suka rak buku dan seisinya