AddToAny

Saya seorang yang suka mengajar. Saat masih SMP , pada sebuah form saat mengikuti lomba, saya tuliskan dengan penuh kesadaran : cita-cita: Dosen. Gurunya para guru. Dan bagi saya, hari ini mungkin saya punya cita-cita baru. Soal cita-cita, kapan-kapan saya cerita.

Foto bersama anak-anak ssc rungkut, kelas terakhir yang saya ajar


Nah, itu tadi intro nya,
Anggap saja ini laporan saya tentang apa saja yang saya lakukan di Medan.
Ada yang suka friends with benefits? Justin Timberlake pernah nyanyi ini saat mencumbu si Kunis : “evey new beginning comes from some others beginning end”. Heiyah! Jangan dibayangin cumbuannya, tapi resapi maknanya. Bahwa harus ada yang dikorbankan dan ditinggalkan untuk sesuatu yang baru.

Yak, seperti post saya sebelumnya, saya ke Medan. Kota terbesar ketiga di Indonesia. Kesan pertama yang saya dapat adalah, ini kota yang maju, modern, keren, dan pedas. Kata terakhir membuat mulut saya ndower selama dua minggu di sana (sariawan, saya tidak bisa makan pedas sejak bayi).

Beberapa hal yang saya terima dari omongan orang sebelum ke Medan dan terbukti adalah;

author
Gostaff
Penikmat kopi arabica yang suka rak buku dan seisinya